Kreasi dan Inspirasi Chocolate Modelling
- Kategori Induk: Rubrikasi
- Diperbarui pada Senin, 06 Juli 2015 11:15
- Diterbitkan pada Rabu, 12 Oktober 2011 17:52
- Ditulis oleh admin1
- Dilihat: 10214
- 12 Okt
Imajinasi dan kreatifi tas sangat dibutuhkan untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda, apalagi dalam membuat kue. Banyak orang yang semakin selektif memilih berbagai jenis kue baik dari segi rasa maupun dekorasi. Cokelat merupakan salah satu rasa yang paling digemari oleh kalangan pecinta kue, tak heran jika banyak cake chocolate yang hadir dengan tampilan menarik dan unik.Bukan hanya sekedar fl avour cokelat saja, namun hiasan kue pun kini banyak mempergunakan cokelat yang lebih dikenal dengan chocolate modelling. Dewi Anwar, seorang cake decorator dan salah satu pengajar di NCC (Natural Cooking Club) bekerja sama dengan Toko Loyang yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mencoba untuk mengajarkan bagaimana cara membuat chocolate modelling sebagai hiasan cantik pelengkap dekorasi kue. Chocolate modelling sebenarnya hampir sama dengan fi gurine fondant, yakni digunakan untuk membuat hiasan seperti ornamen-ornamen pada kue misalnya membuat bunga, pita, atau fi gurine. Prinsip dasar dari pembuatan chocolate modelling adalah mengeluarkan minyak dari cokelat sehingga cokelat menggumpal dan mudah dibentuk.
Kelebihan dari chocolate modelling adalah aroma, rasa dan ketahanannya terhadap suhu ruangan. Tidak seperti fondant yang kebanyakan orang hanya menggunakannya sebagai hiasan bukan untuk dikonsumsi, chocolate modelling lebih disukai dan diminati karena full terbuat dari cokelat. Keunggulan lain dari chocolat modelling adalah pembuatannya yang tidak sulit, cokelat hanya perlu dilelehkan kemudian dimasukan glucose dan sedikit air. Jika ingin mempergunakan warna pada cokelat, sebaiknya pewarnaan dilakuka sebelum dimasukkan glucose. Hal ini dimaksudkan agar warna lebih tercampur secara merata. Setelah minyak dari cokelat dikeluarkan, cokelat bisa mulai diuleni dan dimasukkan kedalam kulkas atau ruangan yang ber-AC. Semakin lama penyimpanan hasil jadi chocolate modelling ini, maka akan lebih mudah untuk dibentuk dan kokoh.
Aneka Figurine dari Chocolate Modelling

Prinsip dasar dari pembuatan chocolate modelling adalah mengeluarkan minyak dari cokelat sehingga cokelat menggumpal dan mudah dibentuk. Tidak seperti fondant yang kebanyakan orang hanya menggunakannya sebagai hiasan bukan untuk dikonsumsi, chocolate modelling lebih disukai dan diminati karena full terbuat dari cokelat Chocolate modelling memang bisa membuat orang asyik dan lupa waktu. Mengapa tidak? Karena dengan chocolate modelling kita bisa mengaplikasikan ide-ide kita melalui cokelat. Apalagi jika benda-benda lucu atau benda kesayangan yang menjadi inspirasinya. Di kelas yang diadakan pada hari Minggu 20 Februari 2011 ini bukan hanya sekedar tanya jawab urusan cokelat saja, tapi peserta kursus juga bisa berkonsultasi. Meskipun peserta yang mengikuti kelas ini tidak banyak, namun mereka cukup antusias dan bersemangat untuk menerima materi dari Dewi Anwar.
Baking class dibuka dengan perkenalan mengenai cokelat. Setelah itu barulah, Dewi mengajarkan bagaimana proses pembuatan chocolate modelling kepada para pesertanya. Untuk hasil yang cepat dan tidak merepotkan, Dewi menyarankan untuk menggunakan cokelat compound. Jika tidak ingin repot membuat cokelat berwarna, kini ada beberapa produsen yang menyediakan cokelat di pasaran. Membuat adonan chocolate modelling dijelaskan dan dipraktekan langsung oleh Dewi. Monyet, babi, kucing, lebah dan bebek mungil tampil dengan bentuk dan warna seperti aslinya. Lucu dan unik! Demikian pula dengan bunga mawar yang dibuat oleh Dewi, lengkap dengan lekuk-lekuk kelopak bunga, dan daun serta putik bunga yang belum mekar.
Bunga lili berwarna putih pun, dibuat cantik oleh Dewi. Dengan detail kelopak yang membentuk seperti terompet, bunga white lily ini benar-benar membuat terpesona orang yang melihatnya. Para peserta memulai praktek dengan membuat bentuk-bentuk lucu yang mereka sukai. Ada yang menciptakan tokoh-tokoh kartun seperti Mickey Mouse dan Winnie the Pooh. Ada juga yang asyik membuat aneka barang-barang wanita seperti tas dan high heels. Ada pula yang serius membuat aneka binatang seperti anjing, panda dan kucing dengan warna-warna cerah dan menarik. Untuk membentuk chocolate modelling, tidak memerlukan alat khusus, cukup menggunakan fondant tool serta tambahan alat lain seperti rollin pin dan cetakan. Dalam menguleni dan memeras minyak dari cokelat, mungkin akan membutuhkan sedikit ekstra tenaga karena minyak harus benar-benar dikeluarkan agar cokelat menjadi keras. Chocolate modelling juga sensitif terhadap suhu panas, seperti panas yang dihasilkan dari tangan saat membentuk chocolate modelling akan membuat tekstur cokelat menjadi lembek.
Untuk membantu mengatasinya, cuci tangan hingga bersih, keringkan lalu beri sedikit tepung maizena di tangan, jangan terlalu banyak memberi maizena karena agak sulit membersihkan maizena dari hasil jadi chocolate modelling. Jika ingin menempelkan bagian fi gurine, tidak perlu menggunakan bahan tambahan apapun, karena saat dibentuk adonan cokelat sedikit agak lengket. Tapi jika terlanjur kering, gunakan cokelat kering sebagai perekat dan gunakan spagheti kering untuk membuat bagian yang berdiri. Keasyikan para peserta di kelas chocolate modelling membuat mereka lupa waktu, sampai jam menunjukkan pukul 15.00, mereka pun menghentikan kegiatan mereka dan mulai berkemas, menyimpan hasil karya mereka dalam kotak dan membereskan meja praktek. Dewi Anwar juga membagikan beberapa hasil karyanya kepada peserta, sebagai kenang-kenangan dari kelas chocolate modelling yang diadakan hari itu.










































