fbpx

Ragusa - Nostalgia Es Krim a la Italia

       Es krim dapat mudah ditemukan dimana saja. Tapi es krim tradisional yang dibuat dengan menggunakan resep kuno tanpa menggunakan bahan pegawet, tak mudah di temukan. Ragusa yang sudah terkenal sejak jaman Belanda ini,

memang tempat yang paling pas untuk menikmati es krim jadul. Nama “Ragusa” berasal dari dua orang berkebangsaan Italia yang datang ke Indonesia pada tahun 1930-an, Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Dua bersaudara ini awalnya datang ke Indonesia hanya untuk belajar menjahit di Jakarta Pusat. Setelah lulus, mereka kemudian pergi ke Bandung dan bertemu dengan wanita berkebangsaan Eropa yang memiliki peternakan sapi.

     Melihat produksi susu sapi yang begitu melimpah, mereka pun memiliki ide untuk memanfaatkan susu sapi tersebut sebagai bahan utama pembuatan es krim. Bukan menjadi pejahit, dua bersaudara asal Italia ini malah tertarik membuat es krim yang ternyata sangat disukai dan laku dijual. Pasar Gambir Jakarta yang sekarang dikenal dengan sebagai Pekan Raya Jakarta, merupakan lokasi pertama penyebaran es krim Ragusa. Penjualannya pun masih menggunakan gerobak dorong dan hanya setahun sekali di jual yakni saat pasar malam di Pasar Gambir digelar. Karena peminatnya semakin banyak, tahun 1947 Ragusa bersaudara memutuskan untuk membuka kedai es krim secara menetap di Jl. Veteran I No.10 dan terus berkembang hingga sekarang dipegang oleh Sias Mawarni yang bertindak sebagai pengelola kedai Ragusa. Pertahankan Interior Tempo Doeloe Saat memasuki kedai Ragusa, pengunjung akan merasakan kembali ke masa lalu. Dengan bangunan bergaya khas Belanda, kedai ini dilengkapi dengan beberapa kursi rotan dengan meja yang sederhana sebagai pelengkapnya. Di sekeliling dinding, dihiasi dengan foto-foto hitam putih yang menggambarkan bagaimana rupa es krim Ragusa sebelumnya, serta potret berbagai sudut kota Jakarta jaman dulu. Begitu juga dengan mesin kasir kuno dan tempat penyimpanan es krim yang antik. Tak seperti kedai es krim lainnya, ruangan di Ragusa pun tidak memasang pendingin udara sama sekali, melainkan hanya memoergunakan kipas angin dan atap bangunan yang tinggi untuk mengurangi udara yang panas.

       Keadaan yang tidak diubah ini membuat para pelanggan masih bisa bernostalgia dengan lengkap. Pelanggan Ragusa yang sudah tua pun masih senang datang ke tempat ini, “Banyak orang tua yang datang hanya untuk bernostalgia sambil membawa anak cucu mereka. Bahkan masih ada yang ingat tempat dimana dulu mereka pacaran,” ujar Sias sembari tersenyum. Bukan hanya suasana tempo dulu yang menjadi daya tarik Ragusa, rasa es krim yang istimewa, membuat Ragusa selalu di rindukan oleh para pecintanya. Keistimewaan es krim khas italia ini adalah citarasanya yang khas dan lembut. Sebagai es krim home made, resep yang digunakan masih merupakan resep turun temurun dari keluarga Ragusa. Bahan dasar untuk membuat es krim ini adalah susu, air, gula, telur dan beberapa fl avour seperti cokelat, vanilla, strawberry dan mocca. Es krim di sini juga tidak menggunakan butter milk serta bahan pengawet apapun dalam proses pembuatannya. “Saya memang tidak menggunakan butter milk untuk produk Ragusa. Saya juga tidak pakai bahan pelembut ataupun campuran apapun dalam pembuatannya. Bahanbahannya pun impor, seperti susu dari Australia. Memang harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang lain, tetapi rasanya bisa dibedakan,” ucap wanita ramah ini berpromosi.

 

Variasi Es Krim Khas Italia
   Sejak awal berdiri, es krim unggulan Ragusa adalah Tutti Frutti dan Cassata Sicilliana. Keduanya merupakan es krim yang dibentuk segitiga menyerupai potongan cake, dengan lapisan rasa yang bervariasi. Untuk Tutti Frutti, ada rasa cokelat, strawberry dan vanilla. Untuk Cassata Sicilliana, merupakan es krim cake yang berisi nougat didalamnya. Ada salah satu es krim unik dan menjadi favorit pelanggan di kedai ini, yakni Spaghetti Ice Cream, es krim yang dibentuk layaknya spaghetti, dilumuri dengan saus cokelat serta diberi taburan nougat dan sukade warna-warni diatasnya. “Ide membuat Spaghetti Ice Cream ini muncul ketika saya berada di Italia. Bukan saja ingin memberikan sajian ice cream yang berbeda tetapi juga untuk memberi ciri khas jika Ragusa adalah es krim Italia,” ungkap wanita yang aktif mengajar bahasa Mandarin ini. Selain itu ada es krim yang sudah populer yaitu Banana Split, es krim dengan tiga rasa yang dihidangkan dengan potongan pisang dengan topping saus cokelat dan taburan nougat serta sukade.

      Berbagai varian es krim bisa kita dapatkan disini seperti Coupe de Maison, Sundae,  Special Mix, Hoorn Reguler dan Hoorn Durian atau Rum Raisin. Harganya cukup variatif dan terjangkau hanya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 27.000. Selain Ice Cream, Ragusa juga menjual menu makanan yang dapat mengenyangkan perut, seperti Lontong Ayam, Ayam Rica-rica, Cap Cay, Ayam Kluyuk, Tomyam Sup, Udang Lapis Asam Manis, Fillet Steak, Spaghetti Bolognese dan Sirloin Steak. Selain dekorasi yang tetap dipertahankan, ada satu hal yang membuat para pelanggan Ragusa ingin kembali dan kembali lagi, yakni rasanya yang tetap enak dari dulu hingga sekarang, sebab es krim Ragusa selalu dibuat fresh setiap harinya. “Kalau mau menikmati es krim Italia yang benar-benar rasanya, Ragusa tempatnya” kata Sias. Nah, jika Anda ingin menikmati jajanan ice cream jadul, sambil bernostalgia dengan suasana tempo doeloe, sajian ice cream di Ragusa dapat menjadi pilihan tepat untuk menemani saat bersantai yang tidak boleh dilewatkan.