fbpx

Callebaut House, Cokelat Rumahan

Diantara referensi rumah cokelat yang cukup dijadikan referensi adalah Callebaut. Ini adalah rumah cokelat yang menjadi mitra kerja sama Chocolate World Belgia.

Sejak didirikan 1978, dan menjadi mitra Chocolate World Belgia. Selepas dua tahun sesudahnya, berhasil menjadi salah satu toko cokelat rumahan yang direkomendasikan. Ini tentu tak lepas dari peran sang professional chocolate artist sekaligus pemiliknya, Callebaut memesan khusus bahan baku cokelat pada Chocolate World. Hanya saja dengan komposisi khusus agar lebih customized, mulai dari cocoa powder, cocoa butter, bahan cokelat dan beberapa item lainnya. Salah satu produk best selling yang cukup disukai pembeli Callebaut adalah Batida de Coco, yaitu truffle dengan filling dark chocolate yang ditutup dengan white chocolate serta dibalur dengan bubuk kelapa yang gurih. “Kami sangat tertolong dengan banyaknya wisatawan maupun warga lokal yang sudah mempercayai kualitas cokelat rumahan yang rasanya lebih kaya dan bervariatif,” kata Philip tentang salah satu kiat suksesnya.

     Tak cuma itu, untuk tetap menjaga kedekatan dengan pelanggan dia juga punya strategi khusus. Yaitu memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk diuji cobakan resep-resep ala cokelat. Artinya bila ada pengunjung yang ingin dibuatkan atau meminta agar resep cokelat keluarganya diujicobakan, Philipi sebagai professional chocolate artist, tidak pelit untuk membaginya. Itulah sebabnya meski usianya sudah beranjak 60 tahun, dia masih tetap memiliki waktu untuk unjuk kebolehan memamerkan keahliannya mengolah cokelat.

Sukses Bisnis Cokelat Dengan Alat Tepat

Kesuksesan Callebaut tentu saja berkat jalinan kerja sama dengan Chocolate World yang menyediakan alat CW 24, mampu membuat kreasinya tidak sekedar menjadi angan-angan semata. Karena dengan alat ini produksi cokelat dengan aneka kreasi hanya membutuhkan waktu 15 – 20 menit untuk memproduksi sekitar 30 kilogram cokelat dengan berbagai bentuk. Untuk itulah dia menyebut, agar sukses dan mampu meraih pangsa pasar tersendiri, para pengusaha cokelat rumahan bisa berinvestasi dengan alat. Karena dengan CW 24, bisa disederhanakan menjadi 9 langkah, yaitu:
1. Melting the chocolate (melelehkan cokelat)
2. Tempering the cohocolate (mengatur temperatur cokelat)
3. Moulding the chocolate: making the chocolate shell in a mould (membuat cetakan awal cokelat menggunakan cetakan)
4 Cooling (Pendinginan)
5. Filling the chocolate shell with a filling (Mengisi cetakan cokelat dengan isi yang dikehendaki)
6. Cooling (Pendinginan)
7. Closing the filled chocolate wheel with chocolate (Menutup lapisan bagian bawah cokelat yang sudah diisi dengan lapisan cokelat)
8. Cooling (Pendinginan)
9. Demoulding the moulds (Mengeluarkan cokelat dari cetakan) Melalui penyederhanaan melalui alat yang tepat, siapapun yang memiliki passion dengan cokelat bisa langsung memulai bisnis cokelat. Bagaimana soal omzet? Philip memang tidak mau merinci dengan detail berapa penerimaanya untuk bisnis ini. Hanya saja dia memberikan gambaran, sejak 1978 hingga saat ini, perusahaanya sudah berkembang tidak hanya di Belgia, tapi juga di Italia, Perancis dan Jerman dengan total cabang 10 toko.

     Mendiang perancang busana papan atas Gianni Versace, keluarga bangsawan Belgia adalah beberapa pelanggan setianya.”Kami sangat berterima kasih atas dukungan Chocolate World Belgia yang sudah mendukung langkah pengusaha rumahan untuk berkembang. Saya berharap inspirasi seperti ini bisa mendukung usaha-usaha serupa di belahan bumi manapun, termasuk Indonesia,” pungkas Philipi yang diamini oleh Filip Buenelens. P&B/Rio Chan, foto-foto: Chocolate World Belgium/Private Collection Callebaut for Pastry&Bakery