fbpx

Dairy Cream Vs Non-dairy cream

Menurut pakar gizi dan kuliner Budi Sutomo, 34, dairy cream (krim dari lemak susu binatang ternak/hewani) dan non-dairy cream (krim dari lemak nabati) bisa saling menggantikan pada resep pastry dan bakery. “Namun, karena dairy cream dan non-dairy cream punya karakteristiknya sendiri-sendiri, efek aplikasinya pada resep produk pastry dan bakery tidak sepenuhnya
sama,” jelas alumni Program Studi Tata Boga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan IKIP Negeri Semarang (sekarang Universitas Negeri Semarang) ini.
      Dairy cream lebih mahal, dan hasil jadi resep yang menggunakan bahan ini cenderung lebih lezat serta aromanya lebih sedap. Namun, menurut pria yang telah menulis lebih dari 30 buku kuliner ini, yang lebih mahal belum tentu lebih baik pada aspek tertentu.
      Berikut ringkasan penjelasan Budi Sutomo, mengenai kelebihan dan kekurangan produk pastry dan bakery, berdasarkan penggunaan dairy cream dan non-dairy cream pada resep produk. Perlu dicatat bahwa profil ini dibuat hanya berdasarkan keberadaan dairy cream dan non-dairy cream pada produk tersebut.