fbpx

Chendawati Gunawan Tak Berhenti Bermimpi

Meneruskan usaha dari sang mertua yang sudah kondang ada susah dan senangnya. Tak cukup niat, tapi berkat usaha keras dan kemauan membuat Chendawati Gunawan menjadi sama terkenalnya dengan Ny. Liem, sang mertua. Melihat kegiatan sehari-hari dari ibu dari dua orang putera ini seakan-akan kita tersedot oleh gerakannya yang serba lincah, cepat dan cekatan.

Seringkali tampil simpel namun tetap cantik, itulah Chendawati Gunawan. Pastry&Bakery beruntung bisa menemuinya di sela-sela kesibukannya memberi pelajaran di tempat kursus miliknya, Ny. Liem di Jl. Naripan 80, Bandung.

Sejak tahun 2000 silam, Chendawati yang kerap dipanggil Achen ini terjun mengurus bisnis Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Ny. Liem. “Kebetulan saya diberi mandat oleh ibu mertua saya yaitu Ny. Liem untuk mengelola tempat kursus sekaligus mengembangkan bisnis,” jelas Chendawati. Bersama sang suami, Dr. Med. Gunawan, mereka bekerja sama membangun pusat pengajaran dan keterampilan pembuatan kue, roti dan masakan yang sudah dirintis oleh sang ibu mertua sejak tahun 1966. Kebersamaan Gunawan dan Chendawati selain membesarkan pusat pengajaran roti, kue dan masakan juga mengembangkan bisnis yang mendukung keberhasilan dari pusat kursus ini. Lanjut Chendawati, “Bersama suami, kami mulai merintis bakery, serta toko peralatan dan bahan baku yang mendukung usaha kursus ini.”

 

Tak Pelit Bagi Ilmu

Berkat kegigihan Chendawati, LPK  Ny. Liem setelah dikelolanya menjadi makin terkenal sampai mancanegara. Seringkali ia menerima tamu-tamu dari luar negeri untuk belajar berbagai roti, kue bahkan masakan Indonesia. “Sistem pembelajaran kursus yang diterapkan di sini kami konsentrasikan untuk langsung praktik. Peserta diberikan modul kursus dengan pembagian konsentrasi kursus antara teori dan praktik adalah 50%-50%. Sekitar 60%-nya merupakan materi kursus untuk kue, sisanya 40% adalah kursus masakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak hanya murid-muridnya yang datang dari berbagai kota di Indonesia sampai luar negeri. Chendawati juga laris memberikan kursus di luar kota Bandung,  “Biasanya undangan untuk demo-demo produk atau menjadi guru tamu di temapt-tempat kursus kue, roti dan masakan.” Lanjutnya, “Kadang-kadang terasa capek, tapi kalau sudah berhadapan dengan peserta demo atau murid-murid, rasa lelah menjadi sirna.”

Keberhasilan LPK Ny. Liem berkat kepercayaan dari para peserta kursus yang sudah terpupuk sejak ibu mertuanya, Ny. Liem, saat memulai bisnis ini. “Saya tidak pelit berbagi ilmu. Kalau murid yang masih belum mengerti bisa menanyakan langsung kepada saya sampai benar-benar bisa. Kalau sudah praktek di rumah dan belum berhasil atau garapannya gagal, boleh di bawa ke sini (LPK Ny. Liem, red.). Kami akan membantu  untuk memberikan solusi agar kegagalan tidak terulang lagi dan bisa sukses membuat kue atau roti,” menurut wanita yang berulang tahun pada 24 April ini.

 

Banyak Ide

                Chendawati sudah menghasilkan ratusan resep-resep yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku. Ia sendiri mengaku tak pernah kehabisan ide untuk mengembangkan resep-resep. “Saya harus terus memperbaiki diri dengan cara terus menciptakan inovasi-inovasi. Tak perlu waktu khusus untuk memperoleh ide untuk meciptakan resep. Saat mengajar kadang usulan atau celetukan  dari peserta kursus mampu memicu saya untuk menciptakan resep baru,” papar wanita yang selalu tampil simpel namun apik ini.

                “Saya sering kedatangan peserta kursus dari luar pulau. Seperti saat ini (sewaktu wawancara berlangsung, Chendawati sedang lunch break mengajar sekumpulan ibu-ibu dari Riau, red.) ibu-ibu peserta kursus meminta materi mengenai kue-kue atau masakan berbahan dasar singkong, ubi, talas dan sukun. Secara spesifik, mereka meminta saya mengajarkan resep-resep yang lain dari biasanya. Nah, tantangan seperti ini membuat saya terpacu menghasilkan inovasi menarik dari bahan-bahan yang tidak biasa,” ujar Chendawati.

Jeli dengan keadaan sekitarnya untuk menambah kreasi resep, Chendawati minimal sekali hingga dua kali dalam setahun menyempatkan diri mengikuti perbagai kursus di luar negeri. “Belum lama ini saya kembali dari Taiwan. Perkembangan resepnya sangat luar biasa. Saya sempat mempelajari Hokkaido Chiffon, setelah sampai di Bandung saya coba kembangkan sesuai dengan selera lidah lokal,”  ucap Chendawati yang kerap memperoleh penghargaan dari Dinas Sosial karena ikut peduli memberikan pendidikan keterampilan dasar bagi anak-anak cacat.

Chendawati dan suaminya Gunawan sudah berhasil membangun LPK Ny. Liem yang sudah terkenal menjadi semakin kondang.  Tapi, mimpi Chendawati juga belum berakhir, “Setelah bisa mengembangkan LPK Ny. Liem, saya juga masih ingin membuat sekolah yang menghasilkan lulusan yang piawai dalam bisnis food service,” ujar Chendawati menutup pembicaraan dengan Pastry&Bakery.

 

Pastry&Bakery/@Rika Eridani

Foto-foto : dok. Ny. Liem, Richard Mandala, Halasan Sihombing