Cikang Hadirkan Legenda Cita Rasa Tak Terungkap dari Ranah Minang

JAKARTA – Selain dikenal dengan sajian khas yang menggugah selera, Padang juga menyimpan sejarah

panjang dalam kebudayaan dan sosial kemasyaraka-tan yang tercermin dalam kehidupan multi kultur berbagai etnis dan agama. Tak ketinggalan, kekayaan kebudayaan tanah Minang itu juga meliputi keragaman dan keunikan kuliner yang tak pernah luput dari bin-cang sejak masa kolonial. Salah satunya kawasan Pondok, sebuah tempat yang bisa disebut China-town-nya kota  Padang menjadi saksi sejarah kekayaan budaya serta ter-jaganya harmonisasi antara warga keturunan Tionghoa dan etnis lainnya. 

Lebih dari setengah abad lalu, di kawasan pecinan itu terdapat sebuah sebuah kedai kopi milik seorang warga keturunan bernama Lee Chi Kwang. Di kedai itu tersaji bukan hanya kopi, tapi juga bera-gam menu sarapan, makan siang atau malam, hingga aneka jajanan lokal maupun oriental. “Waktu kecil orang tua kami sering mengajak kami mengunjungi kedai kopi milik  Lee Chi Kwang itu. Kami melafalkannya sebagai CIKANG. Memory minum kopi dan sarapan di kedai CIKANG begitu lekat dan meninggalkan kesan yang sangat dalam hingga sekarang.” papar Dr. Ivan Rizal Sini mengenang. Seir-ing perjalanan waktu dan pergantian generasi, kedai kopi itu sudah tidak ada, namun legenda rasa yang lekat di kedai CIKANG tak pernah lekang. 

Dari sinilah Cikang Resto digagas, hadir dengan membawa kekayaan dan keunikan kuliner Padang yang selama ini belum diketahui banyak orang. Cikang hadir sebagai etalase budaya dan sejarah cerita lama kota Padang yang sangat kental pada masa kolonial di kawasan Pondok.

Beragam keunikan cerita dan menu yang jarang dite-mui di resto Padang lainnya tersaji di sini. Seperti Salad Uci (uci = nenek, dalam Bahasa Padang). Salad Uci adalah “salad” dengan cita-rasa campuran antara asam dan sedikit manis yang menjadi trademark hasil karya uci (nenek). Ada juga Nasi Uci & Nasi Angku (an-gku = kakek, dalam Bahasa Padang), sebuah sajian nasi campur Padang yang sebenarnya juga biasa di temui di resto-resto Padang lainnya. Yang membedakan menu ini adalah penamaan-nya yang sangat personal sekaligus mengekalkan kegemaran Uci dan Angku mereka yang lebih memilih ayam ketimbang daging rendang.

Selain menyajikan keuni-kan rasa dan cerita kuliner ranah Minang yang selama ini hampir jarang didengar, Cikang Resto yang berada di Graha Anam, Ground Floor 11, Jl.Teuku Cik Ditiro Menteng ini  juga menye-diakan ragam menu-menu oriental, seperti kwetiauw dan mie. Menu-menu lokal khas Cikang seperti Kopi Cikang, Ketupek Sayur, dan Soto Padang dengan cita rasa aslinya menawar-kan pengalaman cita rasa kuliner tak terlupakan. Turut serta Ibu Gubernur Sumatera Barat serta Wakil Walikota Padang hadir dalam pembukaan Cikang Resto.