fbpx

Tampilkan Wajah Kuliner Asia Tenggara Dalam Pameran Sial Interfood 2018

Jakarta – Pameran besar berskala International dibidang makanan, minuman, peralatan HOREKA, jasa boga dan bakery  kembali lagi digelar selama tiga hari tepatnya pada tanggal 21 – 24 November 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.


Pameran International ini rutin diadakan setiap tahunnya karena merupakan salah satu ajang pameran kuliner terbesar di Indonesia dan bisa dijadikan sebagai gambaran Asia Tenggara untuk menjadi acuan kuliner dunia.


Pameran yang menginjak tahun ke-18 ini menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan para produsen industri kuliner. Dan pameran yang berafiliasi dengan pameran serupa di Paris ini diikuti 1000 peserta industri makanan dan minuman dari 49 negara. Tak hanya Indonesia, terdapat pula stand asal negara-negara sahabat seperti Tiongkok, Korea, Turki dan Jepang yang menawarkan beragam produk olahan hingga bumbu masak.
“ Tahun ini SIAL Interfood menargetkan transkasi yang bisa diperoleh sekitar 2 triliun rupiah dengan 75.000 pengunjung yang diikuti 1000 peserta” ungkap CEO PT. Kristamedia Pratama, Daud D. Salim saat acara pembukaan pameran SIAL Interfood 2018.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan industri makanan dan minuman menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam kerangka revolusi industri 4.0. Apalagi pendapatan dari industri kuliner ini meningkatkan 9,23 persen berdasarkan data Kementrian Perindustrian 2017.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ni Wayan Giri selaku PLT Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata yang menyatakan bahwa wisata kuliner di Indonesia menempati porsi yang sangat besar. Dan untuk mendukung perkembangan industri kuliner Indonesia, maka Kementrian Pariwisata Indonesia menerapkan tiga strategi. Yaitu menetapkan makanan Nasional yang bisa mewakili kuliner Indonesia, menetapkan tiga destinasi Nusantara sebagai destinasi wisata kuliner unggulan dan menggandeng 100 restauran Diaspora di seluruh dunia.


Acara yang digelar tak hanya berupa pameran kuliner dan peralatan Horeka saja, namun juga ada kompetisi memasak antar para Chef dari beberapa hotel berbintang berjumlah 610 orang dimana 10 persennya berasal dari Chef Internasional dan dinilai oleh 20 orang lebih para juri International.


Ada juga demo teh dimana untuk pertama kalinya diadakan proses pembuatan teh Nusantara dan kompetisi menyeduhnya. Seminar dan workshop mengenai kopi dan wine serta pertemuan bisnis antar pelaku industri kuliner Internasional pun juga ada.

Jadi gelaran pameran SIAL Interfood 2018 ini sudah sangat lengkap bagi para pengunjung, karena tak hanya itu saja mereka juga disuguhkan sejumlah promo menggiurkan dan aneka stand makanan yang menarik perhatian pengunjung seperti stand makanan Korea yang menawarkan camilan khasnya yakni toppokki dan oden.*PB