Potensi Bisnis Kue Kering Menjadi Bisnis Yang Berkelanjutan (Bukan Usaha Musiman)

 

 

Jelang Lebaran, beberapa bisnis musiman mulai dilirik pebisnis kecil-kecilan. Salah satunya adalah bisnis kue kering yang kerap dilakoni ibu rumah tangga.Banyak faktor menjadikan bisnis musiman ini sasaran empuk mereka, salah satu alasannya adalah penduduk Indonesia yang sebagian besar beragama Islam. Besarnya potensi pasar itu membentuk persaingan sangat ketat.
Praktis, tentu saja, hal tersebut memicu produsen menyajikan produk terbaiknya untuk dipasarkan. Faktor kualitas bahan baku, kemasan dan harga menjadi kekuatan para pebisnis untuk mencapai sukses. Memang, jika jeli melihat tren pasar, bisnis ini berpotensi mendatangkan omzet besar, bisnis makanan, termasuk kue kering, memang sangat menguntungkan. Hanya saja bisnis kue kering sering dianggap bisnis musiman karena hanya ramai dipesan saat hari raya Lebaran.
Padahal sebenarnya kue kering kan tak cuma bisa dimakan waktu hari raya saja. Tidak ada yang melarang makan kue kering di hari biasa, untuk menjadikan bisnis kue kering menjadi bisnis yang berkelanjutan (bukan usaha musiman) inilah beberapa tips yang bisa anda jadikan panutan:
1. Buat kemasan kecil
Kue kering memang identik dengan kue hari raya. Saat hari raya, kue-kue ini biasanya dihadirkan dalam ukuran wadah yang cukup besar. Harus diakui ketika hari biasa, konsumsi kue kering memang lebih sedikit. Maka, ini bisa disiasati dengan menghadirkan kue-kue dalam wadah berukuran kecil. Dengan kata lain, dalam satu toples kecil ini hanya diisi dengan 5-10 potong kue. Ketika dikonsumsi harian, pelanggan hanya ingin kue yang tak terlalu banyak isinya (dalam satu wadah) sehingga tak bosan ketika dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Selain itu, ini juga dilakukan untuk menyiasati harga jual kue.
2. Inovasi produk
Pasti bosan kan makan kue yang itu-itu saja? Lakukan beberapa inovasi terhadap produk-produk yang dijual. Gunakan daya imajinasi dan kreativitas Anda untuk menghadirkan kue-kue yang unik dan belum ada di pasaran.
3. Inovasi bahan
Selain inovasi jenis produk, Anda juga harus berinovasi dengan bahan-bahan yang digunakan. Membuat kue kering tak harus pakai tepung terigu, tapi Anda juga bisa memakai tepung gandum, tepung ganyong, tepung ubi, dan lain-lainnya. Karena Indonesia memiliki banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat kue kering. Misalnya saja, tempe, tahu, oncom, tofu, atau rosella bisa saja digunakan sebagai bahan baku untuk membuat kue kering, kita harus sering melakukan eksperimen unutk mendapatkan suatu produk yang unik dan berbeda dari yang lainnya
4. Lihat tren pasar
Ketika memutuskan untuk menjual kue kering, lihat dulu tren pasarnya. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai kue-kue yang bercitarasa asin. Atau ada juga tren kue kering yang berbentuk karakter lucu-lucu
5. Inovasi nama
Nama produk juga turut ambil bagian sebagai tingkat penentu produk tersebut dilirik atau tidak. “Beri nama-nama yang menarik dan unik. Ini trik dagang yang bisa membuat orang yang melihatnya jadi sangat tertarik.
Siapa bilang bisnis kue kering ini merupakan bisnis musiman, asal anda mau melakukan beberapa tips di atas, Anda bisa kok menjadikan bisnis ini sebagai bisnis utama anda.