fbpx

Crystal Jade My Bread Kreatif Dengan Variasi Produk

      Mendengar brand Crystal Jade sepertinya sudah tak asing lagi bagi pecinta kuliner. Sejak didirikan tahun 1991 di Singapura, Crystal Jade Culinary Concepts Holding tumbuh menjadi grup F&B ternama di Singapura.
Kini perusahaan F&B terbesar di regional Asia Pasifik ini telah melebarkan sayap ke delapan negara termasuk Indonesia. Selama ini Crystal Jade dikenal dengan restaurant bergaya oriental. Melihat pangsa pasar bakery yang meningkat di tahun 2007, Crystal Jade mulai merambah ke bisnis bakery di bawah bendera Crystal Jade My Bread dengan mengusung produk bakery oriental bergaya Hong Kong. Tak heran produk-produk pastry dan bakery di sini adalah produk-produk khas dari Hong Kong yang jarang ditemukan di tempat lain. Beberapa produknya merupakan termasuk jajanan tradisional khas Hong Kong seperti Pineapple Bo-Lo Tart, Hong Kong Cupcake, Lao Po Bing, Egg Tart dan Portuguese Egg Tart

Dekat Dengan Konsumen

  “Tak hanya menjual produk, Crystal Jade My Bread ingin mendekatkan diri dengan konsumen agar produk kita menjadi bagian gaya hidup sehari-hari. Itulah mengapa digunakan brand My Bread, sehingga konsumen merasa produk kita juga menjadi milik konsumen sendiri,” jelas Angelina Devi M, Marketing Executive PT. Crystal Jade Restaurant. Untuk hal ini mereka menempuh langkah dengan mengutamakan kualitas produk-produk mereka, mulai dari penggunaan bahan berkualitas serta menjaga kesegaran produk-produk di outlet. Sehingga konsumen juga yakin dengan produkproduk mereka yang tidak menggunakan bahan pengawet maupun pewarna

Untuk lebih meyakinkan lagi semua outlet Crystal Jade My Bread menghadirkan live baking dengan konsep open kitchen. Di mana konsumen bisa melihat langsung bagaimana adonan roti dibuat hingga dipanggang dan disajikan sebagai komitmen menjaga kualitas. Langkah lain yang ditempuh untuk mendekatkan diri dengan konsumen adalah dengan mengakomodasi keinginan mereka. Salah satunya dengan menghadirkan produk roti dengan aplikasi keju dan cokelat karena adanya permintaan pelanggan. Meski berkiblat pada produk produk oriental tak jarang pelanggan mereka adalah ekspatriat. Menurut Angelina 80% pelanggan lokal dan 20% ekspatriat, ini dikarenakan lokasi mereka di pusat perbelanjaan sekaligus area perkantoran.

Hongkong Pastry

    Kalau beberapa bakery di Jakarta lebih bergaya pada oriental Japanesse Bread, lain lagi dengan Crystal Jade My Bread yang menjadikan Hong Kong sebagai kiblat dari produk-produk pastry yang mereka tawarkan. Sebagai salah satu bakery oriental dengan gaya Hong Kong¸ Crystal Jade menghadirkan beberapa kue tradisional khas Hong Kong seperti Hong Kong Cupcake yang bertekstur ringan dan lembut. Kue satu ini sangat pas untuk dinikmati bersama secangkir kopi tubruk hitam. Lao Po Bing semacam pia dengan isi timun suri, konon dalam cerita masyarakat Hongkong kue ini dibuat seorang laki-laki yang bercerai untuk merayu istrinya agar bersedia kembali padanya. Ada satu produk yang unik yang dinamai Pancake. Jangan heran jika yang tersaji berupa sejenis kue moci dengan berbagai varian filling seperti green tea, kacang merang dan kacang tanah. Ada juga Pineapple Bo-Lo Tart semacam nastar dengan ukuran yang lebih besar, kue satu menjadi primadona saat tahun baru Imlek.

Menurut Angelina, di Hongkong sebagian besar kue-kuenya merupakan perpaduan rasa manis dan gurih. Sedangkan di Indonesia orang cenderung suka dengan rasa manis. Untuk menyiasati hal ini Crystal Jade My Bread memiliki produk dengan paduan ini dan ternyata sukses dan bisa diterima. Bahkan menjadi produk signature mereka, yaitu BBQ Chicken Bo Lo Bun. Roti dengan isian ayam dengan toping gurih dan manis ditambah taburan wijen hitam. “Meski kita berkiblat dengan gaya Hongkong produkproduk kita sangat variatif tidak hanya khas Hongkong,” jelas Angelina.

Keragaman produk bakery mereka terlihat dari beberapa produk yang menggunakan bahan-bahan khas dari negara Asia lainnya . Seperti Teriyaki Chicken Sweker Bun serta Wasabi Chicken Floss yang mengadopsi citarasa khas Jepang. Tak hanya menggarap produk bakery dengan sentuhan Timur, Crystal jade “My Bread”, membuat beberapa produk cake seperti Fruit Cream Cake dan Black Forest Cake maupun roti-roti khas Eropa yang hanya bisa dipesan khusus. Disamping terkenal akan roti kreasi Crystal Jade “My Bread”, disana juga menyajikan
minuman seperti Hongkong Milk Tea serta minuman kesehatan seperti Watercrest Honey minuman selada air yang berfungsi untuk mencegah panas dalam. Kedua minuman ini disajikan dalam keadaan dingin maupun panas sesuai permintaan.

Freshly Baked

   Untuk memenuhi komitmen mereka dengan produk-produk sehat dan segar produk bakery Crystal Jade My Bread tak menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Menurut Angelina saat ini orang-orang sangat peduli dengan produk pangan yang sehat, termasuk bakery. Itulah mengapa Crystal Jade My Bread juga mengusung produk bakery sehat. Daya simpan untuk aneka roti di sini sangat singkat, untuk roti manis hanya bertahan 1 hari sedangkan untuk roti tawar 2 hari, sedangkan healthy cookies hanya mampu bertahan hingga 3 bulan.

Untuk meminimalisir roti yang tak terjual mereka menawarkan diskon 20% untuk produk bakery pada pukul 8 malam. Untuk harga aneka produk roti manis Crystal Jade My Bread cukup terjangkau berkisar Rp. 5500 hingga Rp.15 ribu, sedangkan roti tawar Rp 9500 hingga Rp.20 ribu. Crystal Jade My Bread dapat Anda temui di Pacific Place Unit LG-10, Grand Indonesia Shopping Town West Mall Unit LG-01, dan Plaza Senayan 3rd Level. Sekitar 8 gerainya yang terdiri dari restoran dan bakery tersebar di penjuru Jakarta dan outlet yang rencananya akan dibuka di Surabaya dalam waktu dekat.