fbpx

in.gre’di.ents: Mengerti Keinginan Pelanggan

      Hobi memasak yang diikuti dengan rasa penasaran terhadap dunia kuliner, telah berhasil menghantarkan wanita bernama lengkap Shierly Lelyana ini untuk menggeluti bisnis Baking School yang ia rintis sejak tahun 2004 silam. 

      Berkat usaha serta kerja kerasnya, tenyata ia bisa sukses menjadi seorang wiraswasta di bidang baking seperti yang ia jalankan saat ini.Memiliki sebuah baking school bukanlah impian Shierly Lelyana, karena background wanita kelahiran 43 tahun ini bukanlah berasal dari kulinari. Sejak dulu, Shierly memang sudah memiliki passion terhadap dunia kuliner. Hal ini ia tunjukkan dengan memilih untuk mengadakan kegiatan cooking class demi kelancaran marketing promotion ditempat ia bekerja dulu, “Awalnya sih saya hanya ingin membuat orang-orang tertarik untuk berbelanja di tempat saya bekerja. Salah satunya dengan mengadakan cooking class, saya tidak menyangka ternyata responnya sangat bagus,” ungkapnya dengan senyum ramah. Dari sanalah, mulai banyak permintaan dari para pelanggannya agar tidak selalu cooking class yang diadakan, tapi juga baking class.

      Namun karena supermarket tempat ia bekerja, tidak banyak menjual bahan-bahan untuk baking, ia pun memutuskan untuk membuka toko in.gre’di.ents: agar pelanggannya lebih mudah untuk mendapatkan peralatan serta bahan-bahan untuk keperluan cooking dan baking, “Ibaratnya membuat toko untuk support baking class-lah” tambah Shierly. Bersama in.gre’di.ents: akhirnya Shierly berhasil memiliki baking school sendiri dan kini akan memiliki 3 cabang di Jakarta.

Mengutamakan Kualitas

       Ditengah menjamurnya produsen penyedia peralatan serta bahan-bahan untuk baking, tak membuat Shierly berkecil hati. Ia berusaha untuk selalu memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkan para pelanggannya, terutama dengan menyediakan barang-barang dengan kualitas tinggi, ”Memang untuk mendapatkan kualitas bagus pasti memerlukan biaya yang lebih, tapi buat saya kepuasan pelanggan dengan selalu menjaga kualitas, itu yang terpenting,” kata wanita lulusan marketing management ini. Hampir sebagian besar barang di in.gre’di.ents: merupakan barang import dan export quality. Ia mengatakan jika dalam merintis usahanya penuh dengan liku-liku terutama untuk mendapatkan kepercayaan dari supplier-supplier terbaiknya. Ia sempat dianggap remeh oleh mereka karena hanya memiliki usaha kecil. Tapi dengan kegigihan serta ketekunan, sekarang ia tidak hanya mendapatkan kepercayaan dari para suppliernya, tetapi juga para pelanggan setianya yang semakin hari kian bertambah.

Meskipun in.gre’di.ents: mengutamakan kualitas, namun untuk harga yang ditawarkan ternyata cukup terjangkau, ”Barang berkualitas tapi saya cukup kompetitif untuk urusan harga,” ujarnya. Harga bersahabat juga berlaku untuk baking school-nya, ia mengaku untuk setiap kelas yang ia adakan, Shierly hanya memasang harga Rp 75.000 hingga Rp 100.000 per orang.

Melihat Dari Sisi Pelanggan

       Tak dapat dipugkiri jika kesuksesan in.gre’di.ents: tidak lepas dari peran serta para pelanggan Shierly serta kejeliannya melihat keinginan mereka. Ibu dari dua orang putra ini, mengaku jika ia selalu berusaha untuk menempatkan diri sebagai customer guna mendapatkan peluang, “Saya selalu mencari apa yang sedang trend dan apa yang diinginkan serta dibutuhkan para customer saya, dengan begitu semua tidak akan sia-sia,” tegas wanita yang hobi hunting barang-barang unik ini. Itu juga yang menjadi acuannya untuk membuat program kegiatan di baking school-nya. Sedangkan untuk para pengajarnya, ia mengaku jika lebih banyak berkerjasama dengan para supplier, “Saya menggandeng mereka supaya mereka bisa leluasa untuk menjelaskan apa saja produk-produk mereka kepada customer,” ungkap wanita kelahiran 1967 tersebut. Shierly bisa membuka kelas khusus bagi mereka yang ingin belajar cooking atau baking sesuai dengan minat mereka, “Kalau ada yang mau bikin kelas khusus bisa saja, namun dengan harga yang sedikit lebih mahal,” jelas wanita berkulit putih ini.

       Berbagi kesuksesan dengan para pembaca Pastry & Bakery, Shierly memberikan beberapa tips diantaranya jangan pernah takut untuk mencoba hal-hal baru dan harus selalu terus bekerja keras serta fokus dengan apa yang dilakukan. Kita juga harus benar-benar tahu apa keinginan serta kebutuhan para pelanggan,”Kalau semua sudah dilakukan, akhirnya kita serahkan pada keberuntungan,” tutur Shierly menutup perbincangan santai siang itu. P&B/Mega Murti, foto-foto: Richard R. Mandala