fbpx

Hadirkan Cupcake Dengan Filling

Pesona cupcake sepertinya masih menyihir pecinta kuliner di tanah air. Buktinya beberapa gerai yang mengedepankan cupcake sebagai produk utama mereka terus bermunculan. Sebagai pendatang baru, tentunya tidak mudah untuk bisa meraih perhatian pelanggan. Sebagai gerai khusus yang menyajikan cupcake sebagai produk utama, harus ada sesuatu yang baru untuk ditawarkan ke pelanggan.

yaitu kreativitas dan inovasi produk. Tengok Notre Vie The Cupcake salah satunya, gerai cupcake yang hadir di lantai tiga Miniapolis Plaza Indonesia ini terbilang unik dengan menghadirkan cupcake dengan filling dan cupcake dengan citarasa asin.

Asal muasal lahirnya Notre Vie juga terbilang unik, adalah tiga orang yaitu Hanson Wong, Sandy Oey dan Susan Thian yang bersahabat sejak mengikuti kursus Bahasa Perancis di Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta. Ketiganya pecinta kuliner, kebanyakan mereka menghabiskan waktu bersama untuk mencicipi aneka makanan maupun kue-kue unik di berbagai tempat. Terutama Hanson yang merupakan alumni Dubrulle’s International Culinary School and Hotel Institute of Canada dengan spesialisasi Dessert&Pastry.

Ketiganya pun sepakat untuk mendirikan Notre Vie yang berarti kehidupan atau It’s My Life dalam bahasa Inggris, pada akhir tahun 2008. “Awalnya kita tidak business oriented dan hanya dikenal di kalangan teman-teman dengan skala home industri,” terang Hanson. Karena melihat respon yang bagus dan masih belum terlalu banyak gerai yang menjual cupcake di pusat-pusat perbelanjaan, maka dibukalah gerai pertama Notre Vie yang pertama kali di Pluit Junction pada tahun 2009. Disusul gerai kedua di Miniapolis Plaza Indonesia pada bulan Maret 2010.

Dengan gerai mungil yang terletak di area permainan anak-anak bukan berarti target market mereka seluruhnya anak-anak. Menurut Hanson 60 persen pelanggannya kebanyakan dewasa muda, anak-anak hanya 10 persen, dan lainnya adalah pembeli remaja dan ibu-ibu yang biasanya memesan untuk acar ulang tahun atau sebagai hadiah.

Setiap harinya Notre Vie memproduksi sekitar 150 hingga 200 buah cupcake untuk hari-hari biasa dan sekitar 300 buah cupcake di akhir minggu dan hari-hari libur.

Savoury Cupcake

Tak seperti gerai cupcake yang sudah ada, Notre Vie menghadirkan varian yang kreatif mulai dari cupcake dengan citarasa manis hingga yang asin. Untuk cupcake asin ada Corn Mayo, Rocky, Sausage, Spicy Floss dan Sweet Floss Cupcake dengan topping abon pedas dan abon manis. “Varian asin bisa jadi alternatif untuk mereka yang peduli dengan kesehatan. Savoury cupcake juga jadi salah satu ide kreatif kita dari kebanyakan cupcake yang sudah ada,” jelas Hanson.

Apple Upside Down merupakan cupcake dengan filling apel karamel dan taburan kacang almond, strawberry jelly cupcake dengan filling selai strawberry yang menjadi favorit anak-anak. “Kalau di The Magnolia Bakery New York ada cupcake Red Velvet yang menjadi signaturenya. Notre Vie sendiri memiliki Black Kaya. Black Kaya merupakan cupcake dari ketan hitam dipadu dengan filling sarikaya,” urai Hanson.

“Kita juga mau mengangkat bahan-bahan lokal kalau di luar ada Red Velvet kita punya Black Kaya yang hanya tersedia saat akhir minggu saja,” terang Hanson. Ditambahkan oleh Sandy, “Ini juga menjadi salah satu strategi agar pelanggan tetap mencari cupcake signature kami yang hanya ada di saat weekend saja.”

Saat ini Notre Vie tersedia sekitar 22 varian dan setiap bulan mereka mengeluarkan varian baru, salah satunya Pineapple Crumble yang dikeluarkan Mei lalu. Harga per cupcake yang ditawarkan oleh Notre Vie berkisar Rp10.500 hingga Rp15 ribu per buah.

Cupcake Sebagai Hadiah

Dengan mengedepankan konsep cupcake sebagai hadiah, Notre Vie sengaja menyediakan jasa pembungkusan cupcake dengan packaging menarik dan pita sesuai dengan pilihan pelanggan.“Kita tidak sekedar menjual cupcake tapi juga menyertakan unsur personal attachment di dalamnya untuk cupcake yang dipesan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Hanson. Jasa untuk pembungkusan mulai dari Rp.15.000, sesuai dengan bahan pembungkus dan pita yang digunakan.

Sebagian besar varian cupcake Notre Vie menggunakan buttercream yang sudah disesuaikan dengan rasa lidah orang Indonesia yang menyukai rasa buttercream yang lebih ringan dan tekstur kue yang lebih lembut. Sedangkan cupcake dengan fondant hanya dibuat sesuai pesanan pelanggan karena pembuatannya yang relatif lebih rumit.

Selain konsep cupcake sebagai hadiah Notre Vie juga ingin bahwa cupcake juga bisa dijadikan sebagai gourmet cupcake. “Gourmet cupcake menjadi salah satu kreasi lain seperti moon cake cupcake, selain menghadirkan tampilan visual rasa juga bisa saja cupcake dijadikan fine dining juga,” jelas Sandy.

Saat ditanya program loyalty consumer, Sandy yang bertanggung jawab untuk bagian marketing mengaku saat ini semuanya tengah disiapkan lebih matang. Program-program yang saat ini tengah berjalan adalah kerjasama dengan bank-bank terkemuka di Indonesia.

Pastry&Bakery/@Novi Amaliyah, foto-foto : Richard Mandala