fbpx

26 UKM Bogasari Raih Sertifikat SJH

 

Sebagaimana diketahui, mulai Oktober 2019 Pemerintah Indonesia akan menjalankan peraturan wajib memiliki sertifikat halal produk bagi para UKM.  Sebagai produsen tepung terigu, Bogasari yang mayoritas pelanggannya adalah UKM, akan senantiasa membantu pembuatan sertifikasi halal tersebut. Demikian disampaikan Direktur Indofood  Franciscus Welirang, dalam siaran pers yang dibagikan Rabu (31/7/2019) di Jakarta.

“Bogasari senantiasa akan membantu para UKM untuk menjawab berbagai tantangan zaman yang memang dibutuhkan untuk meningkatkan usaha. Mulai dari edukasi dan pelatihan seputar makanan, teknologi, pemasaran digital, dan berbagai peraturan yang ditetapkan Pemerintah termasuk soal sertifikat halal,” ucap Franciscus Welirang yang akrab disapa Franky Welirang.

Ia menegaskan, sebagai langkah awal Bogasari akan membantu sertifikasi halal para UKM mie yang sudah memiliki paguyuban. Salah satunya diawali dari pengurusan sertifikasi halal UKM Mie anggota Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta. Mulai dari sosialisasi, pelatihan sertfikasi, proses audit, dan pemenuhan berbagai persyaratan lainnya. 

“Yang penting para UKM harus memiliki paguyuban dan siap mengikuti seluruh tahapan sertifikasi yang disyaratkan LPPOM MUI. Bogasari akan terus mendampingi sampai UKM berhasil meraih sertifikat halal tersebut. Ini sesuai motto kemitraan Bogasari dengan UKM yakni Tumbuh Bersama,” jelas Franky.

Proses pembuatan sertifikat halal secara kolektif untuk para UKM pengrajin mie yang tergabung dalam paguyuban ini diawali dengan sosialisasi dari LPPOM MUI DKI Jakarta pada akhir April lalu. Setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan sistem jaminan halal (SJH) pada 8 Juli 2019 dan audit di lokasi produksi masing-masing UKM .

Alhasil, sebanyak 26 UKM Mie anggota Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta berhasil meraih sertifikat SJH  dan diserahkan langsung kepada UKM, Selasa sore (30/7/2019) di pabrik Bogasari, Jakarta Utara. 

Selamat buat para UKM Mie,  semoga berhasil sampai mendapatkan Sertifikat Halal Produk dari LPPOM MUI. Sertifikasi halal ini bukan sekadar untu menjalankan aturan Pemerintah, tapi juga semakin konsumen, bahkan meningkatkan daya saing para UKM,” tegas Franky.

Pandiono, pemilik UKM Mie Ayam Kondang yang juga Ketua Paguyuban Mie Ayam Tunggal Rasa Garamiro Jakarta, sangat menghargai kerja sama Bogasari dengan UKM dalam hal sertifikasi halal ini. Apalagi sebagian besar baru kali ini UKM anggota paguyuban mengurus sertifikasi halal.

“Jadi tolong sertifikat SJH, hasil bantuan Bogasari ini dijaga baik-baik, jangan sampai hilang. Jika nanti ada yang mau memperpanjang sertifikat halal, bisa langsung mulai dari proses audit. Tapi jika sertifikat SJH-nya hilang, maka harus mulai dari awal lagi dan harus mengikuti pelatihan SJH kembali,” ucap Pandiono.

“Kami sungguh berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian Bogasari kepada UKM, karena telah mau melindungi dan menjaga usaha milik kami.  Alhamdulillah kami sudah dapat kenang-kenangan berupa sertifikat SJH ini, tinggal menunggu sertifikat halalnya,” ucap Sahlan, pemilik Mie Ayam Gajah Mungkur.

Hal senada disampaikan, Safrizal, pemilik Mie Ayam Safrizal dan Suryani, pemilik Mie Ayam Barokah. Mereka merasa lebih bersemangat dan percaya diri ketika usahanya sudah memiliki dokumen yang semakin lengkap. “Kami jadi lebih yakin dalam berusaha, selain mengikuti aturan juga semakin dipercaya sama konsumen,” kata Safrizal dan Suryani.  (*)

Untuk Info Lebih Lanjut Tentang Bogasari Bisa Klik di Bawah ini:
Website:https://www.bogasari.com/
Instagram: https://www.instagram.com/kreasibogasari/
Youtube:https://www.youtube.com/user/kreasibogasari
Facebook:https://www.facebook.com/kreasibogasari
Twitter:https://www.facebook.com/kreasibogasari