fbpx

Sentuhan Etnik Menambah Daya Tarik

 

 Dalam pandangan Diana Sutandya, pemilik L’atelier du Chocolate yang berlokasi di Jakarta, packaging (pengemasan) merupakan salah satu hal penting dalam bisnisnya.

“Banyak pelanggan tertarik pada produk-produk cokelat kami, bukan semata karena kualitas citarasanya, namun juga packaging-nya yang unik dan menarik.” Menurutnya, untuk menarik perhatian kalangan menengah-atas, tak harus menampilkan kemasan nan mewah. Oleh karena itu, Diana bersama Francis Mestre, partnernya sekaligus Executive Chef L’atelier, menggali potensi hasil kerajinan tangan (handycraft) tradisional Indonesia untuk dikembangkan menjadi kemasan pada produk-produk tertentu dari outlet ini. Ide ini muncul lantaran mereka berdua amat menyukai segala sesuatu yang bernuansa etnik—termasuk handycraft berbahan rotan, lidi, daun pandan—dari berbagai pelosok Tanah Air.
Tak jarang Diana mengunjungi sentra handycraft di beberapa tempat di Jawa dan Bali untuk mencari dan memesan kemasan hasil kerajinan tangan yang cocok untuk produk cokelatnya. Hasil kerajinan tangan itu di antaranya berupa keranjang mini, untuk kemasan produk cokelat berukuran relatif kecil, hingga seperti keranjang parcel untuk yang relatif besar.
Sebagian pelanggan L’atelier berasal dari mancanegara dan amat mengagumi hasil kerajinan tangan tradisional Indonesia. Inilah alasan lain mengapa Diana dan Francis memilih hasil kerajinan tangan Nusantara untuk dikembangkan menjadi kemasan produk cokelat L’atelier. “Mereka pada umumnya sangat menyukai handycraft khas Bali dan Jawa,” tutur Diana, seraya memperlihatkan keranjang kecil dari rotan untuk mengemas telur-telur Paskah cokelat ala L’atelier.
Mereka berdua pernah memanfaatkan tanaman eceng gondok yang sudah dikeringkan untuk dijadikan kemasan. “Ternyata hasilnya menarik sekali, dan banyak pelanggan menyukainya karena tampilannya yang unik,” ungkap Diana.
Untuk kemasan plastik, L’atelier tak kalah kreatif. Mengingat banyak produk cokelatnya menggunakan kemasan berbentuk kotak dengan beragam ukuran, maka disain kemasan plastiknya disesuaikan untuk segala ukuran kemasan kotak itu. Plastik bening dengan sentuhan warna gold berlogo L’atelier ini berbentuk lembaran segiempat dengan tali pada keempat sudutnya. Jadi, bila kotak cokelat diletakkan di bagian tengahnya, lalu tali pada keempat sudut plastik di tarik ke atas, dan tali-tali itu diikatkan satu sama lain, maka kotak cokelat siap ditenteng oleh pelanggan. Simpel, namun unik dan menarik.
“Lucunya, ide itu muncul saat saya menonton film silat,” ungkap Diana. Tokoh dalam film itu ke mana-mana membawa perbekalannya dalam selembar kain yang keempat sudutnya diikatkan satu sama lain. “Saat itu saya berpikir kenapa tidak membuat kemasan seperti itu saja, karena, selain praktis, pelanggan tak perlu khawatir cokelatnya rusak saat dibawa kemana-mana.”
Untuk menghadirkan kemasan yang memikat pelanggan dari kalangan menengah-atas, ternyata tak harus menonjolkan kemewahan. Anda bisa mengembangkan ide pengemasan dari produk-produk kerajinan tangan Nusantara, bahkan dari berbagai hal di sekitar Anda. Untuk menampilkan kemasan yang unik, menarik, dan mendapat apresiasi positif dari khalayak konsumen Anda. (TYA)