fbpx

Preferensi Pada Citarasa BErdasarkan Usia Dan Gender

Hasil penelitian terhadap anak-anak dan remaja pada sejumlah sekolah di Ohio, Amerika Serikat menunjukkan bahwa preferensi mereka pada makanan berbeda-beda antara laki-laki dan perempuan dan preferensi itu berubah seiring perkembangan tingkat kedewasaan. Sebagaimana dipublikasikan http://www.foodnavigator-usa.com, berdasarkan artikel berjudul Gender Differences in Food Preferences of School-aged Children and Adolescents yang dimuat di Journal of School Health, November 2009, Vol 79, No 11.
     Studi dilakukan peneliti dari Kent State University di Ohio, terhadap murid sekolah di kawasan bagian tenggara Ohio. Studi dilangsungkan pada tahun ajaran 2005-2006, dengan 1.818 murid yang terdaftar pada sekolah-sekolah tersebut.
    Sebanyak 95,7% siswanya berkulit putih, 2% warga Amerika keturunan Afrika, dan 1,9% dari kelompok etnik
lainnya. Sebanyak 21,2% murid dari keluarga kurang mampu.

    
Mereka ditanya tantang pandangannya terhadap 80 makanan yang berbeda, dengan lima tingkat skor: skor 4 untuk jawaban ‘favorit”, 3 ‘agak suka’, 2 ‘tergantung’, 1 ‘kurang suka’ dan 0 ‘tidak suka’.
Sebanyak 1.418 murid mengembalikan kuesioner, dengan perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan
seimbang—51% laki-laki dan 49% perempuan.

     Pada kedua gender, makanan yang mereka sukai adalah yang “cepat dan familiar”, dengan anak laki-laki mendapat sekor lebih tinggi dibanding anak perempuan di tingkat sekolah dasar.
Preferensi perempuan yang menyukai makanan “cepat dan familiar” menurun secara siginifikan seiring perkembangan usia.
    Pola yang sama terlihat pada preferensi mereka terhadap produk berbasis terigu dan makanan yang manis-manis. Meski laju penurunan preferensi perempuan dalam kasus ini lebih lamban.
Di sekolah menengah pertama, preferensi perempuan pada buah-buahan lebih tinggi ketimbang laki-laki. Tapi di sekolah menengah atas, minat perempuan menurun, sedangkan minat laki-laki naik.
     Kesimpulan dari temuan-temuan tersebut, preferensi pada produk makanan berbeda antara laki-laki dan perempuan dan berbeda-beda antara murid sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekola menengah atas. Produk makanan yang ditawarkan kepada mereka perlu merujuk pada perubahan preferensi anak-anak dengan mempertimbangkan usia dan gender. Juga dengan memperhatikan kebutuhan gizi mereka. P&B