fbpx

Bernostalgia Menikmati Hidangan Peranakan Modern

Beberapa tahun belakangan hidangan peranakan di Indonesia semakin populer, ini terbukti dengan muculnya restoran-restoran baru yang menghadirkan hidangan peranakan. Hidangan peranakan menawarkan paduan citarasa Tionghoa, Melayu dan Indonesia.
   Hidangan peranakan lahir dari hasil akulturasi budaya yang cukup panjang. Berabadabad lalu ketika warga Tionghoa meninggalkan kampung halaman mereka hingga menetap di Indonesia. Ketika mereka rindu untuk menikmati hidangan khas negara asal mereka dan kesulitan mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan, akhirnya merekapun berkreasi dan menyesuaikan dengan bahan dan bumbu yang bisa diperoleh.
   Dari sinilah lahir hidangan peranakan yang menjadi populer di Indonesia. Jika biasanya restoran peranakan menampilkan interior serta pernak-pernik tempo dulu, berbeda dengan Waha Kitchen yang berada di Kosenda Hotel Jakarta, yang menghadirkan interior modern, salah satunya sentuhan lukisan mural Jakarta tempo dulu yang menghias dinding restoran memberikan kesan santai namun tetap artistik. Elemen kayu sarat menghias setiap ruangan di sini, tak ketinggalan aneka tanaman, bunga hingga bumbu menghias pot-pot kaca sebagai pemanis ruangan. Belum lagi gemericik air yang dibuat sedemikian rupa di pojok ruangan memberikan nuansa sejuk dan teduh. Beberapa dibiarkan hingga mengering sebagai pemanis ruangan. Rak buku kayu menjadi sekat antara meja resepsionis, 127 Café dan Waha Kitchen.
Sajian Otentik Dengan Tampilan Modern
   Steven Rinatta selaku F&B Director and Executive Chef Waha Kitchen, menyatakan bahwa Waha Kitchen menghadirkan beragam hidangan peranakan dengan rasa yang otentik namun dalam tampilan serta paduan bahan yang lebih modern. Selain masakan otentik dan tampilan bergaya modern, konsep lain hidangan Waha Kitchen adalah semua bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan segar. Mulai dari sayuran, daging, hingga seafood yang akan diolah menjadi hidangan di sini. Aneka buah digunakan untuk membuat beragam pilihan jus segar. Tak heran aneka sayuran dan buahvisit buahan segar menghiasi meja display Waha Kitchen yang diganti setiap harinya. Jadi jangan heran kalau Anda melihat semangka, nenas, pisang, markisa, dan aneka buah tropis lainnya tersaji di meja display. Belum lagi aneka sayuran seperti terung, tomat, zucchini, cabai segar menjadi pemanis.
   Steven menjaga betul kualitas hidangan Waha Kitchen. “Untuk rasa hidangan yang disajikan tetap otentik tapi dipadukan dengan bahan, teknik memasak, serta tampilan yang lebih modern. Serta pemilihan bahan baku yang segar menjadi salah satu andalan hidangan kami,” jelasnya.
   Siang itu sajian Duck Laksa sungguh menggugah selera, mie telur dan mee-hoon dengan siraman kuah kari yang gurih dan berempah berpadu dengan daging bebek panggang tanpa tulang yang legit serta toping terung tumis dan tahu goring sebagai pelengkap. Laksa menjadi salah satu hidangan andalan di sini, selain bebek panggang tersedia pilihan seafood dan ayam. Puas menikmati laksa, coba
   Waha Punch yang segar paduan dari jambu, nanas, jeruk nipis, syrup grenadine dan buah lychee segar. Aneka Hidangan Manis Eksotis Kuliner Asia dikenal kaya rempah dan bahan yang eksotis, tak heran jika hidangan manis Asia juga kaya dengan aroma serta tampilan sederhana namun eksotis. Untuk hidangan manis Steven menggunakan bahan khas Asia seperti daun pandan yang aromatik serta dau suji untuk warna hijau alami dalam pembuatan Pandan Mousse. Tak ketinggalan paduan potongan strawberry segar, lychee, peach serta kue semprong sebagai paduan menikmati mousse
satu ini.
   Selain itu, Waha Kitchen memiliki dessert yang menggugah selera, yaitu Lemongrass Crème Caramel yang merupakan crème caramel yang dibuat dengan paduan serai, jahe dan gula serta potongan buah strawberry. Ada juga Waha Ice Kachang yang merupakan es cincau dengan paduan kelapa muda, lychee, kolang kaling, dengan gula merah dan vanilla ice cream. Waha Kitchen buka 24 jam, jadi Anda tak bisa datang kapan saja untuk menikmati aneka hidangan peranakan modern dengan nuansa yang nyaman dan homy.