fbpx

Menikmati Beragam Artisan Bread

Baru baru ini kita sering mendengar kata artisan pada beberapa outlet produk kuliner baru yang hadir di beberapa pusat pusat perbelanjaan elit, mulai dari gerai permen, ice cream, hingga kopi. Di barat sendiri artisan biasa disematkan pada produk produk bakery yang dibuat dengan metode tradisional sourdough, dibuat dari bahan baku pilihan serta proses pembuatan yang lebih lama dibanding dengan metode membuat roti biasa.

   Jika artisan baker disandingkan dengan perajin lainnya, cara kerja artisan baker setara dengan perajin pembuat perhiasan, pembuat furniture maupun lainnya dimana membuat produk dari bahan mentah hingga menjadi bahan jadi yang membutuhkan ketelitian, bahan baku pilihan hingga menghasilkan hasil yang sempurna. Pada artisan bread, biasanya membuat roti mempergunakan metode sourdough atau dengan adonan biang. Proses ini memakan waktu lebih lama bila dibandingkan dengan membuat roti biasa. Waktu fermentasi bisa dilakukan minimal setengah hari untuk menghasilkan roti yang sempurna. Roti yang dibuat dengan metode ini memiliki ciri rongga yang lebar dan aroma yang lebih harum. Keistimewaan produk ini diperoleh dari waktu fermentasi yang lama.
   Terinspirasi ketika berlibur ke Eropa pasangan suami istri Agam Abgari dan Fasti Adriani ini jatuh cinta dengan beragam produk artisan bread yang mudah ditemukan di sana. Sepulang berlibur mereka pun mulai mencari tahu bagaimana cara membuat roti dengan metode tradisional sourdough hingga praktek membuat roti sendiri di rumah. Hingga akhirnya mantap membuka outlet Animo Bread Culture di kawasan Kemang sejak April 20014 lalu.

Bakery Café Rumahan
   Begitu memasuki Animo Bread Culture wangi aroma butter, bau ragi khas fermentasi, dan croissant yang baru dipanggang begitu menggoda. Sesuai dengan konsep menghadirkan bakery café rumahan, interior Animo Bread Culture dibuat dengan dominasi detil kayu serta furniture bergaya rustic dan vintage. Banetton-banetton yang biasa digunakan sebagai wadah agar roti dengan metode sourdough tetap memiliki bentuk yang sempurna disusun sedemikian rupa sebagai penghias ruangan. Rak-rak rotan digunakan untuk wadah display beragam roti yang mereka buat , sedangkan piring kayu digunakan sebagai wadah untuk menyajikan roti bagi pelanggan yang menikmati roti di tempat. “Sebagian besar roti kita dibuat dengan metode sourdough, sedangkan konsep bakery kita lebih homey,”jelas Agam.
   Produk roti yang ditawarkan sebagian besar adalah roti roti khas Eropa yang sangat beragam mulai dari roti khas Perancis seperti Baguette, Croissant , Pretzel, Kraftkorn yang merupakan roti khas Jerman. Selain itu juga tersedia roti roti khas Eropa lainnya seperti Crandberry Almond, Walnut Raisin, French Village hingga Roti Tawar Gandum. Terdapat kurang lebih 13 macam jenis artisan bread yang ditawarkan. Semua produk roti dari Animo Bread Culture dibuat setiap hari. Anda juga melihat langsung proses produksinya karena dapur mereka bersebelahan dengan meja display. Selain aneka roti khas Eropa Animo juga menawarkan varian baru croissant yaitu Green Tea Croissant yang menjadi salah satu favorit. Sayang, sore itu kami kehabisan. Adapula beberapa pilihan cake seperti, Flourless Choc Espresso, Carrot Cake, Banana Caramel Cake, Brownies, hingga Brownies Green Tea. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp.8000 hingga Rp. 33.000 per potongnya. Untuk pencinta kopi, mereka juga menyediakan aneka pilihan kopi lokal.( Untuk Kelengkapan Artikel Bisa di baca di Majalah Pastry&Bakery edisi 64 ).