fbpx

Cokelat Eropa Ramaikan Pasar Hongkong

 Cokelat memang identik dengan camilan dari Eropa. Namun di Hong Kong, beragam olahan cokelat cukup banyak peminatnya. Bahkan, dari brand Perancis sekalipun ikut turun gunung ke Hong Kong.
 

      Apa yang Anda bayangkan memasuki ruangan kaca dengan aroma cokelat Eropa yang lembut? Plus panduan dari chocolate artist yang memandu setiap pengunjung memilih produk yang tepat. Rasanya Anda ingin memborong semua
produk cokelat, yang tak hanya lumer di lidah tapi juga indah di pandang mata. Inilah yang tercermin dari salah satu toko La Maison du Chocolat. Brand cokelat asal Perancis yang sejak 2009 membuka gerainya di Hong Kong. Memang
perkembangan salah satu butik yang mengkhususkan diri untuk cokelat di Hong Kong terbilang pesat. Dalam setahun mereka sukses membuka 5 cabang yang semuanya berada di daerah prestis Hong Kong. Mulai dari Pacific Place, Elements Plaza, IFC, Landmark-Central hingga yang terbari di Lee Gardens One-Causeway Bay. “Kami ingin membuat cokelat sebagai gaya hidup warga Hong Kong. Karena cokelat tidak sekedar hidangan pemanis, tapi ini adalah sebuah karya seni sekaligus gaya hidup,” papar Managing Director of La Maison du Chocolat Geoffroy d’Anglejan menjawab pertanyaan Pastry and Bakery melalui emailnya. Pria asal Perancis ini menyebut bahwa Hong Kong adalah tempat yang pas sebagai pintu gerbang Asia dalam memasarkan produk-produk dari Eropa. Di Asia sendiri, Hong Kong merupakan tempat pertama dalam pelebaran produk La Maison du Chocolat di luar Eropa, setelah itu merambah ke Tokyo. Ketika masuk di pasaran Asia, termasuk Hong Kong pihaknya ingin mengetahui sejauh mana penerimaan pasar asia terhadap cokelat dengan kategori high end ala Eropa. Ternyata respon yang diperoleh oleh La Maison du Chocolat cukup fantastis. Karena dari satu gerai di kawasan Pacific Place, dalam waktu tak lebih dari 4 tahun sudah bisa beranak pinak menjadi 5 gerai. “Cukup banyak warga Hong Kong yang menggemari cokelat. Ini karena mereka menginginkan cokelat tidak hanya sekedar makanan tapi sebuah seni,” begitu jawab Howard Chao, promotion manager La Maison du Chocolat tentang keberaniannya membuka gerai di Hong Kong dan Asia.
 
Butik High End

     Dia menyebut, konsep crème de la crème dari sebuah cokelat inilah yang membuat mereka serius untuk memutuskan membuka gerai di Hong Kong. Tentunya dengan menyasar konsep butik bagi penggemar cokelat serta menyasar konsep high end. Howard menyebut meski harga cokelat yang ditawarkan di tempat ini sekitar 20% sampai 50% persen lebih mahal dibandingkan harga pasaran. Namun berdasarkan pengamatan Pastry and Bakery, di beberapa lokasi La Maison du Chocolat pelanggan yang datang cukup banyak. Bahkan ketika mengintip di kasir, rata-rata dalam sekali transaksi sekitar HK$ 400 lebih (sekitar Rp 500 ribu-an) dihabiskan para pelanggan untuk sekali bertransaksi. Untuk mengikat loyalitas pelanggan, La Maison du Chocolat juga memiliki strategi unik, yaitu mengembangkan membership program bagi mereka yang setia berbelanja di sini. Dimana untuk setiap pembelanjaan HK$ 2000 yang diakumulasi dalam 1 bulan pengunjung bisa mendapatkan sebuah kartu keanggotaan yang memiliki sederet keanggotaan. Selain diskon senilai 10 persen untuk setiap transaksi, para pelenggan bisa mendapatkan aneka merchandise yang didatangkan dari kantor pusat La Maison du Chocolat yang ada di Paris, Perancis. “Kami menyediakan aneka boneka, kartukartu ucapan impor dari Perancis maupun produk yang belum dirilis secara resmi untuk pasar Hong Kong, khusus untuk member. Sehingga mereka bisa mendapatkan produk yang sama seperti yang ada di Paris. Termasuk mengajak mereka dalam chocholate testing (mengetes produk-produk cokelat) dengan materi cokelat tertentu. Kami membuat mereka istimewa, karena pelanggan high end butuh sesuatu yang berbeda dari toko-toko yang sudah ada,” imbuhnya. Howard menyebut bahwa memberi layanan premium berupa gathering dan aneka hadiah yang khusus didatangkan dari Paris-Perancis merupakan keunikan tersendiri dari La Maison du Chocolat dibandingkan toko-toko kompetitor sejenis yang banyak tumbuh di Hong Kong. Ia menyebut memberi diskon hanya berupa pancingan agar pelanggan bisa menjadi database dari toko ini. Lalu dengan hadiah dan acara eksklusif tentu bisa membuat pelanggan diperlakukan berbeda. “Meski kami produk dari Eropa, namun untuk strategi promosi kami diberi kebebasan untuk melakukan promosi sesuai dengan kondisi pasar setempat,” papar Howard tentang strategi promosi La Maison du Chocolat menggaet pelanggan setia. Tak heran, sejak 2 tahun dirilis mereka mengaku telah memiliki lebih dari 700 member setia. Semuanya adalah pelanggan kelas high end yang gemar shopping.
 
300 Jenis Cokelat Terbaik

Lalu apa yang ada di La Maison du Chocolat untuk memuaskan selera pelanggan? Sudah pasti mengikuti tradisi yang dirilis oleh Robert Linxe, founder La Maison du Chocolat yang mulai 1955 telah merilis sebuah butik cokelat. Lewat butik Marquis de Presles dia menyebarkan konsep bahwa cokelat adalah sebuah seni yang tak hanya lumer di mulut, tapi sebuah dunia tersendiri yang patut dijelajahi. Tak heran di butik ini terdapat lebih dari 300 item cokelat dari berbagai negara. Lihat saja koleksi Timeless Ganache berisi koleksi dark chocolate yang didatangkan dari kawasan Amerika Latin. Seperti Caracas, Boheme, Arriba, Sylvia, Quito, Guayaquil, dan Plain Truffle. Lalu mengapa cokelat \ yang didatangkan dari Amerika Latin? Konon menurut catatan sejarah, masyarakat dari kawasan tersebut, khususnya bangsa Inca di Peru pada tahun 1500 telah menggunakan cokelat terbaik untuk kehidupan sehari-hari. Tak heran bangsa Eropa khususnya Spanyol dan Portugal terus memburu cokelat terbaik dari sana. Lalu berapa harganya? Sssst memang tidak murah. Untuk kemasan 250 gram harga yang dibanderol untuk masing-masing item tersebut sekitar HK$ 525 (sekitar Rp 650.000) sampai HK$ 975 (sekitar Rp 1.300.000). Begitu juga untuk koleksi Timeless Praline, paduan koleksi dark couverture yang dipadu dengan aneka buah dan kacang seperti almond dan hazlenut untuk menambah cita rasa crispy. Beberapa koleksinya antara lain Figaro, Cariaco, Anastasia, Pistachio, Petit Rocher, Liselotte dan  Traviata.
 
Memadukan Cokelat
Dengan Kopi Kombinasi rasa dan campurannya tentu berbeda untuk setiap koleksi. Figaro misalnya selain memadukan dark chocolate dari Peru, campuran susu, hazelnut, almond yang dipanggang serta dipadu dengan cita rasa caramel yang gurih tentu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Bagi penggemar cokelat yang dipadu dengan cita rasa buah bisa menilik koleksi Fruited Chocolates. Di sini aneka dark chocolate corveture berpadu sempurna denagn segarnya buah seperti lemon, raspberry, coconut maupun pasta almond dan pistachio. Namun ada juga beberapa pelanggan yang ingin menikmati cita rasa cokelat asli yang cenderung agak pahit dengan rasa yang agak eksotis, maka La Maison du Chocolat menghadirkan line A Flavor Transport You sebuah line cokelat yang dipadu dengan rasa yang terbilang kurang umum seperti cinnamon (kayu manis) maupun mint yang didatangkan dari Maroko. Termasuk koleksi Unbrekable Bonds sebuah koleksi yang khusus menggabungkan cokelat dengan cita rasa kopi dari berbagai negara.
Serta yang tidak ketinggalan adalah Intoxicating Ganaches, sebuah koleksi khusus yang menggabungkan cokelat dengan cita rasa rhum dari berbagai negara. Sehingga bila diibaratkan La Maison du Chocolat memang mengusung konsep butik cokelat dalam satu tempat. Meski begitu mereka tetap mengakomodasi bagi para penggemar pastries dengan bahan utama cokelat seperti éclairs, macarons maupun aneka tart. P&B/Rio Chan, foto-foto: Rio Chan, dan Dok. La Maison du Chocolat Hong Kong .