fbpx

Anuga FoodTec 2018 Akan Diramaikan 1700 Perusahaan Dari 80 Negara

JAKARTA – Lebih dari 1700 perusahaan dari 80 negara dipastikan akan mengikuti pameran akbar berbasis teknologi makanan dan minuman terbesar sedunia. Allgemeine Nahrung Und Genussmittel Austellung (ANUGA). Anuga FoodTec 2018 yang akan kembali digelar di Cologne, Jerman pada 20 – 30 Maret 2018. Gelaran setiap tiga tahun sekali tersebut menjadi salah satu event akbar yang ditunggu-tunggu pelaku industri makanan. Sebagai salah satu pameran industry makanan minuman terbesar yang menjadi wadah untuk menghadirkan teknologi terbaru bagi idustri pengolahan makanan dan minuman.

Anuga FoodTec 2018 bukan hanya sebuah pameran produk makanan dan minuman, namun juga menggaris bawahi posisinya sebagai platform bisnis terpenting untuk makanan dan minuman," ujar Kepala Operasional Koelmesse GmbH, Katharina Hamma dalam acara yang diinisiasi Ekonid (Kadin Jerman), di Jakarta, Selasa (27/10/2017).

Katharina mengatakan pameran bertajuk "Satu untuk Semua, Semua dalam Satu" ini, bisa menjadi ajang bisnis pelaku industri mamin. Para pebisis di sektor mamin bertemu muka, bertukar ide dan gagasan dan menelurkan sejumlah kontrak kerja sama bahkan transfer teknologi industri pengolahan mamin.

Beragam jenis bahan makanan mulai dari vegetarian (vegan), makanan kemasan, makanan sehat, makanan organik hingga makanan halal dan kosher ditampilkan dalam pameran mamin internasional ini. Banyaknya perusahaan yang menyatakan turut serta, membuat pameran ini menjanjikan tampilnya produk-produk baru yang kaya protein, baik produk daging, vegan, maupun makanan ringan. Makanan kaya protein menjadi tren bagi orang-orang yang memperhatikan kesehatan, diet seimbang untuk kebugaran mental dan fisik. Aneka makanan yang diproduksi dengan kandungan lemak rendah sangat cocok untuk penggemar fitness," tambahnya.

Pameran ini menampilkan kemajuan industri pengemasan. Makanan dalam kemasan dan siap pakai bukan hal baru, tapi peserta pameran Anuga FoodTec 2018 menunjukkan versi baru, ukuran kemasan dan format segar yang cerdas. Misalnya, pasta lengkap dengan saus dan bahan pelengkap lainnya.

Pameran ini juga akan diisi dengan berbagai forum pembahasan materi tentang perkembangan teknologi dan inovasi di dunia mamin. Termasuk penggunaan robot dalam proses produksi makanan, teknologi pengepakan, hingga regulasi teknologi pengolahan daging.

Dalam kesempatan sama, Kepala Operasional DLG (Kelompok Pertanian Jerman), Simone Schiller menyatakan ditunjukkan kota Cologne menjadi tuan rumah karena telah menjadi jantung kota di Eropa dan memiliki sektor pariwisata yang menarik.  Simone mengungkapkan ada 36 museum dan lebih dari 100 galeri seni ada di Cologne. Katedral Cologne juga memiliki daya tarik wisata, selain kawasan kota tua yang mengesankan. 

Indonesia sendiri berpartisipasi dalam gelaran ini 7-11 Oktober lalu. Sebanyak 17 perusahaan yang mengikuti gelaran ini difasilitasi oleh Kementrian Perindustrian. Adapun produk-produk Indonesia yang dipamerkan dalam ajang bergengsi tersebut antara lain makanan ringan, permen, ikan olahan, mie instan, bahan makanan organik hingga rempah-rempah. Adapun Provinsi Sumbar yang turut serta dalam pameran ini akan memamerkan produk unggulan IKM mereka seperti rendang kaleng dan gula coklat (brown sugar). Produk-produk tersebut akan menempati Pavilion Indonesia seluas 152 meter persegi yang difasilitasi Kementerian Perindustrian.

Selain 17 perusahaan yang difasilitasi Kemenperin, Enny menambahkan, ada tujuh perusahaan mandiri yang juga akan mengikuti pameran tersebut. ANUGA akan dimanfaatkan pemerintah dan pelaku usaha untuk mencari pasar baru bagi produk-produk industri makanan dan minuman di Eropa. ANUGA sendiri pertama kali digelar pada tahun 1919 lalu di Stuttgart, Jerman. Hingga kini, ANUGA dikenal sebagai salah satu pameran makanan dan minuman berskala internasional terbesar di dunia. P&B