Kompak & Cerianya Peserta Dalam BizCamp Management Produksi Praktis Mengelola Usaha Katering & Warung Tanpa Juru Masak Bersama Yuyun Anwar

LeZAT Academy.com – Berangkat dari kesuksesan beberapa angkatan 3 Days Biz Champ sebelumnya yang baru pertama kali di adakan di Indonesia, maka LeZAT Academy menggandeng sang praktisi serta penulis dalam bidang kuliner yaitu Yuyun Anwar (YAI) untuk kembali lagi hadir membuka kelas Biz Camp di pertengahan bulan Juli 2017 ini tepatnya pada tanggal 19 – 21 Juli 2017 di Surabaya. Acara Biz Camp yang diadakan tepatnya di LeZAT Academy Surabaya ini merupakan camp paling lengkap terutama bagi para pebisnis dibidang kuliner yang lebih di fokuskan pada pengusaha katering atau warung kelas UKM atau yang lebuh tepatnya kelas yang memang diperuntukkan bagi para pengusaha yang membutuhkan beberapa solusi dalam mengatasi beberapa masalah usaha kuliner mereka terutama pada SDM seperti para koki yang sering silih berganti atau datang serta pergi sehingga dapat membuat kualitas produk yang dihasilkan menurun serta strategi usaha agar tak bersaing penuh dengan sesama para UKM lainnya.   


Acara yang berlangsung selama tiga hari tepatnya dari tanggal 19 – 21 Juli 2017 ini diikuti oleh 12 peserta dari berbagai kota di Indonesia baik dari dalam kota hingga luar kota, sehingga membuat suasana kelas yang dimulai dari jam 09.00 hingga sore ini makin terlihat kompak serta seru apalagi saat mereka mulai diskusi dalam kelas hingga saat memasuki waktu praktek beberapa resep. Dan selama  tiga hari  pula para peserta  akan mendapatkan materi penjelasan mengenai perhitungan modal dan biaya lainnya hingga dengan memproduksi makanan yang praktis dan benar walaupun tanpa bergantung pada juru masak atau chef. Dan karena hal tersebut banyak para peserta yang masih pemula terlihat antusias dalam mengikuti workshop ini, namun yang sudah mempunyai usaha kuliner juga tak kalah seru menyukai hal tersebut sehingga kelas terlihat kekompakannya.
Sang praktisi sendiri mengungkapkan bahwa akar masalah dari para UKM katering dan warung kelas kecil menengah yang memang tidak memiliki dana besar untuk membayar seorang juru masak yang dianggap bisa membuat masakan yang enak dan sering kali saat mereka sudah menemukan yang cocok mereka pergi karena adanya tawaran yang lebih tinggi dari perusahaan yang lebih besar. Dan celakanya mereka seringkali jadi keteteran karena selain kehilangan juru masak, tidak mempunyai bakat memasak, seringkali merasakan lelah jika mendapatkan orderan dalam jumlah banyak, tak memahami teknik memasak yang benar dan beberapa keluhan lain yang bisa membuat mereka galau, kecewa dan takut saat ditinggal oleh juru masak. Dan jawaban tersebut bisa Anda dapatkan saat mengikuti kelas Bizcamp selama tiga hari ini karena sang praktisi Yuyun Anwar akan mencoba mencarikan solusi yang tepat yaitu sebuah program “City Pop” yaitu dengan cara memproduksi makanan secara cepat, efisien, tepat walau tanpa seorang juru masak. Dan workshop ini sangatlah cocok dengan manajemen yang praktis bagi para pengusaha katering dan para pemula usaha.


Dan karena beberapa solusi yang sangat tepat tersebutlah maka membuat beberapa para peserta yang kebanyakan para pengusaha kuliner baik katering maupun warung tersebut menjadi makin antusias dan kembali semakin percaya diri setelah mengikuti workshop selama tiga hari tersebut. Hal  tersebut terlihat dari salah satu peserta yang jauh – jauh datang dari kota Ambon yaitu ibu Ivonne Filanni Manuputty dan Ibu Dewi Sundari dari kota Menado yang bersama – sama mereka bilang bahwa sangat senang dan tak rugi mengikuti kelas Bizchamp selama tiga hari ini karena bu Yuyun bersama timnya sangat sabar dalam menghadapi kami sebagai peserta yang banyak sekali bertanya dan tentunya banyak juga masukan dari beberapa peserta lainnya yang lebih berpengalaman daripada saya dalam usaha kuliner ini. Jadi kedepannya saya ingin menerapkan beberapa pelajaran baik teori maupun praktekin segera resep – resep yang kemarin diajarin. Soalnya sudah tak sabar pingin nyicipin trus dijual deh biar cepet dapat untungnya “ ungkap bu Dewi Sundari. *PB/Puji Foto Dok : Bambenk