70 Kuliner Otentik Hadir Di Festival Jajanan Bango 2017

 

 

 

TANGERANG – Mengangkat tema “Rasa Sepanjang Masa” Festival Jajanan Bango (FJB) 2017 menghadirkan 70 kuliner otentik dari ujung Barat hingga Timur Nusantara. Tema ini menjadi salah satu misi Kecap Bango untuk pentingnya menjaga keotentikan dan kelestarian warisan kuliner Nusantara agar dapat terus diapresiasi dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia sepanjang masa. Melalui tema ini, FJB diharapkan dapat membantu menumbuhkan semangat pelestarian warisan kuliner Nusantara lintas waktu, lintas generasi.


Sesuai dengan tema, festival ini akan kembali menghadirkan sederetan legenda kuliner Nusantara, yaitu ikon-ikon kuliner yang telah lama menggeluti dan melestarikan kuliner otentik mereka dari generasi ke generasi sehingga selalu dicintai dan bertahan menembus zaman. Salah satunya adalah Senen Riyanto, pendiri Warung Tongseng & Sate Sederhana Pak Budi yang kelezatannya begitu melegenda dari dulu hingga sekarang. Memulai usahanya sejak tahun 1985, Pak Senen selalu mengedepankan kualitas bahan dan bumbu terbaik dalam setiap hidangan yang ia sajikan. Hal ini tercermin dari prinsip unik yang selalu ia pegang, yaitu ‘Berani Enak dan Berani Murah’, sehingga hingga saat ini warungnya tetap dicintai oleh para pelanggannya.
Gelaran yang berlangsung selama dua hari dari 6-7 Mei 2017 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Hernie Raharja selaku Direktur Foods PT Unilever Indonesia Tbk. menuturkan, “Misi Bango untuk melestarikan warisan kuliner Nusantara terinspirasi dari fakta bahwa negara kita memiliki keragaman kuliner otentik yang sangat kaya. Dari Barat hingga Timur Indonesia, terdapat begitu banyak jenis kuliner otentik yang dapat merepresentasikan kekayaan hasil alam dan kebudayaan Indonesia – baik dari segi bahan, cara pengolahan, hingga penyajiannya yang begitu otentik.”
Oleh karena itu, melalui berbagai kegiatan, Bango selalu konsisten dalam menggali, menampilkan dan mempopulerkan berbagai makanan otentik khas Indonesia, salah satunya melalui FJB yang telah digagas sejak tahun 2005. FJB ingin mengajak pencinta kuliner untuk kembali ke akarnya dengan mengenal dan mencintai kekayaan warisan kuliner Nusantara yang otentik. Dengan demikian, festival ini dapat menjadi katalisator yang kuat untuk memulai komitmen bersama dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara.
“Lebih dari itu,  FJB juga kami persembahkan sebagai bentuk penghargaan kepada para penjaja kuliner yang telah sepenuh hati melestarikan kuliner khas Nusantara. Dengan komitmen dan kecintaan yang tinggi terhadap kuliner otentik Nusantara, mereka telah menjadi sumber inspirasi sekaligus mitra setia bagi Bango untuk terus mempertahankan misi sosialnya,” terang Hernie.
Selain sederetan legenda kuliner, hadir pula 10 start-up kuliner pilihan lebih dari 14.000 pencinta kuliner dari seluruh Indonesia untuk mewakili generasi muda penerus tongkat estafet pelestarian warisan kuliner Nusantara. Contohnya Achmad Maemun, pendiri Sate Beureum Mang Soleh, Bogor. Berkat komitmennya terhadap kualitas, warung sate miliknya kini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat Bogor dan sekitarnya. Tahun 2015, Achmad mengawali usaha sate sapi dan ayam dengan bumbu khas berwarna merah ini dengan melayani pesanan delivery, hingga akhirnya berhasil berkembang menjadi warung kaki lima yang selalu dipadati pengunjung.  
Selain itu, salah satu highlight dari FJB 2017 adalah area Jejak Kuliner Nusantara. Di area yang dikurasi langsung oleh JJ Rizal selaku sejarawan ternama ini, para pencinta kuliner bisa mendapatkan pengetahuan lebih luas mengenai kekayaan sejarah warisan kuliner Nusantara melalui berbagai instalasi dan aktivitas yang interaktif. Lalu, sebagai ciri khas FJB dari tahun ke tahun, Bango juga akan menghadirkan area Kampung Bango untuk memperlihatkan ketulusan Bango dalam menjaga kualitas produknya. Sejumlah acara menarik pun tidak luput dipersiapkan untuk memeriahkan FJB 2017, diantaranya suguhan musik yang kental dengan warna tradisional, demo masak, dan banyak lainnya.