fbpx

Capai Rekor Baru Peserta Kompetisi Salon Culinaire

     Event dua tahunan Food & Hotel Indonesia 2013 (FHI 2013) kembali digelar pada 10 – 13 April 2013 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Ini merupakan event seputar food and hospitality industry yang dihadiri oleh 45 negara seperti Australia, Brazil, Italy, Korea, Singapore, Thailand, Taiwan, Turki dan Amerika Serikat.

     Ada lebih dari 1.400 exhibitor turut ambil bagian di ajang International ini. Antusiasme masyarakat terhadap event seperti ini masih terlihat sangat tinggi mengingat event bergengsi ini hanya diselenggarakan dua tahun sekali. Rabu, 10 April 2013, bertempat di Gedung Pusat Niaga, Kemayoran, Jakarta tampak hadir Sapta Nirwandar selaku Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, membuka dan meresmikan event FHI 2013. Turut pula hadir G. Firmansjah selaku Chairwoman PT Pamerindo Indonesia (pemerkarsa & penyelenggara FHI 2013) dan Vindex Tengker selaku President Association of Culinary Professional (ACP). G. Firmansjah mengucapkan semoga sukses dan dapat memperoleh pengalaman terbaik dari event FHI 2013 ini sehingga dapat bertemu lagi dua tahun mendatang di Food Hotel & Tourism Bali 2014 dan FHI 2015 kepada seluruh exhibitors dan para pengunjung.

Antusiasme Peserta Salon Culinary Chef’s Competition
     Vindex Tengker sebagai President Association of Culinary Professionals (ACP) mengungkapkan antusiasme peserta dalam Salon Culinaire Chef’s Competition 2013. Dalam sambutannya, Vindex mengatakan, ajang Salon Culinaire sudah menjadi bagian dari Food&Hotel Indonesia sejak 2011. Tahun 2011 ada lebih dari 328 peserta chef dari seluruh kota yang ada di Indonesia dan tahun ini lebih dari 650 peserta yang merupakan total rekor baru untuk kompetisi tersebut. Vindex sangat bangga sekali karena ada banyak kota yang bisa ikut berpartisipasi seperti Bandung, Bali, Yogyakarta, Balikpapan, Bogor, Medan, Cikarang, Magelang dan Makassar. Diikuti pula oleh lebih dari 12 sekolah perhotelan, beberapa diantaranya STP Bali, STP Bandung, STP Sahid, STP Trisakti, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Culinary Center, Universitas Pelita Harapan, dan lain-lain. “Tahun ini fokus dengan Indonesia Culinary Iconic Dishes harapan kami makanan dari Indonesia dapat lebih naik kelas dan dapat diterima oleh dunia,” tutup Vindex. Puncak acara pembukaan sebelum Sapta Nirwandar memukul gong, disampaikan pada sambutannya dimana pada intinya bahwa tourism product tidak hanya persoalan makanan tetapi juga mengenai kebudayaan. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada sektor perhotelan, selama tahun 2012 Indonesia telah kedatangan lebih dari 8 juta tamu mancanegara, maka dari event ini saya berharap akan terus berkelanjutan dari tahun ke tahun dan bersinergi sehingga dapat mempromosikan Indonesia ke mancanegara,” pungkasnya.