Bakery Jepan (Kental Pengaruh Eropa)

     Mengunjungi Jepang, akan terasa kurang jika tanpa mengunjungi bakery-bakery an depachika (semacam foodcourt di dalam mall) yang terdapat di berbagai sudut kota. Sewaktu Pastry&Bakery berkesempatan singgah ke kota Tokyo dan Osaka, kami sengaja menjelajahi mall untuk melihat berbagai display cake dan roti.

     Bersama rombongan Antonio Siberani seorang Bakery Consultant dan Chef Brand Ambassador PT Lumbung Nasional Flour Mill (PT.LNFM) dan para peserta Bakery Appreciation Tour 2013 PT.LNFM, kami menyusuri berbagai depachika yang biasanya terletak di lantai bawah sebuah department store. Sebuah depachika terdiri dari satu bagian supermarket, semacam foodcourt yang menjual berbagai makanan khas Jepang sehari-hari dan sebagian lain berupa aneka bakery, patisserie, boulangerie hingga aneka confectionary. Sangat menarik melihat tampilan aneka roti atau cake dalam display. Sang penjual pun sangat cekatan dan aktif menyapa para pembeli. Walaupun hanya melihat-lihat, mereka tetap menampilkan wajah ramah. Namun panggilan untuk membeli beberapa produk-produk menarik ini karena tampilannya yang menggugah atau tergoda akan kenikmatan rasa setelah mencicipi tester yang
disediakan.

Kemasan dan Tampilan Menarik


     Produk bakery di Jepang sangat menomorsatukan kemasan dan tampilan yang menarik. Tak heran jika semua bakery bersaing dalam mengemas produk dan tampilan mempesona dari produk bakery yang mereka jual. “Bakery di Jepang memang mengutamakan penampilan. Mereka bersaing satu sama lain dengan cara membuat tampilan yang berbeda, jangan sampai memiliki kemiripan, karena bentuk keindahan dari produk adalah gengsi dari bakery tersebut,” jelas Antonio. Antonio sendiri mengakui jika tampilan cantik dari produk-produk bakery Jepang menginspirasi karya-karyanya,”Bagi saya pribadi, tampilan dari bakery di Jepang sangat ini sangat menarik. Bukan untuk dicontek, tapi dijadikan refernesi untuk menghasilkan produk yang tak kalah indah. Bagi bakery owner, tak ada salahnya melonggok inspirasi dari Jepang untuk mengembangkan produk-produk. Jepang adalah negeri bakery, karena di sana terdapat bakery-bakery dengan konsep-konsep terbaik, tampilan menawan, dan memiliki rasa yang lezat. Perpaduan ini yang membuat Jepang tersohor dengan bakery-nya. Tak ada salahnya mengembangkan konsep tersebut untuk memberikan nilai lebih dari bakery di Indonesia,” ujar Antonio yang rajin mengamati satu persatu produk bakery di tiap-tiap depachika.


Pengaruh Eropa Adaptasi Jepang

     Tak heran jika pengaruh Eropa sangat nyata terlihat dari produk-produk bakerynya. “ Kira-kira 90% orang Jepang belajar pastry atau roti di Perancis. Tak heran jika didikannya membuat chef, chef pastry, atau baker yang sangat displin, namun mampu menghasilkan kreasi cantik yang mengundang Kemasan harus menarik Mini cake dengan kemasan gelas keramik. Macaron dan Nougat Paduan warna dan tekstur cake serta lembutnya mousse. decak kagum,” terang Antonio yang sempat tinggal beberapa tahun di Jepang ini. Lanjut Antonio kembali, “Walaupun menyerap pengaruh dari Eropa, orang Jepang tidak meniru mentah-mentah gaya Eropa. Ada kebanggaan tersendiri bagi orang Jepang jika mampu menginterpretasikan menjadi gaya yang berbeda. Maka tak heran kalau sedikit banyak produk bakery di Jepang juga dipadukan dengan bahan baku asli Jepang.” Adaptasi dengan budaya Jepang juga terbawa pada produk-produk bakery menjelang musim semi datang. Terang Antonio, “Pada saat menyambut musim semi, semua bakery di Jepang wajib untuk membuat satu produk dengan bunga sakura.”