Harga Roti dan Biskuit Meningkat

JAKARTA – Kenaikan bahan baku berupa terigu dan cokelat olahan memicu peningkatan harga roti dan biskuit hingga 10%. Dua produsen roti dan biskuit, seperti PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT.

Mayora Indah Tbk (MYOR), akan menaikkan harga jual hingga 10%. Saat ini, yang terus dilakukan perseroan yaitu berusaha melakukan efisiensi untuk operasional. Untuk efisiensi tersebut, perseroan berusaha mengurangi produk produk yang tidak berguna untuk memangkas biaya produksi.

     Seperti dilansir Indonesia Finance Today, Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) sebelumnya menyatakan kenaikan harga jual terigu akan terjadi pada Februari 2011 sebesar 5% menyusul peningkatan harga gandum di pasar internasional. Produsen terigu terbesar di Indonesia, PT Bogasari Flour Mills, juga berencana untuk menaikkan harga jual tepungnya hingga 5%.

     Selain terigu, harga coklat juga ikut meningkat 10% seiring lonjakan harga biji kakao dunia yang mencapai hingga US$ 3.393 per ton. Terigu dan coklat biasanya berkontribusi 50-60% terhadap biaya produksi roti dan biskuit.
Kenaikan harga jual akan menjadi sentimen positif bagi kedua emiten tersebut untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan Nippon Indosari pada 2011 diperkirakan naik 31 persen menjadi Rp 796 miliar pada 2011 dari proyeksi tahun ini Rp 607 miliar. Mayora Indah hingga pekan ketiga Januari 2011 belum menetapkan target pertumbuhan pendapatan tahun ini.