fbpx

Pilih Mall Ketimbang Stasiun

    Bersaing di tengah meriahnya bisnis bakery di Hong Kong tak membuat Panash Bakery & Cafe kehabisan akal merebut hati dan perhatian pelanggan. Lewat inovasinya, mereka sukses dengan konsepnya yang berbeda dibandingkan dengan bakery-bakery dan cafécafé sejenis yang bertaburan di Hong Kong.

    Suasana yang nyaman, disambut dengan sapaan pegawai seolah menjadi kekhasan tersendiri untuk Panash Bakery & Cafe. Tak heran, di tengah persaingan toko kue-pastry sejenis di Hong Kong yang terkesan ketat, toko kue yang didirikan sejak 2003 silam masih menjadi salah satu yang terfavorit di Hong Kong. Meski terbilang baru dibandingkan
raksasa bakery macam Saint Honore atau Maxim yang sudah 20 tahunan eksis, Panash Bakery & Cafe terbilang mampu bersaing. Selain suasana yang nyaman dan setting toko yang lebih fresh,\ ini tentu tidak lepas dari deretan best seller aneka pastry dan cake yang ditampilkan di sana.\ Dari cerita beberapa pelanggan ternyata ada beberapa item hot sale di Panash Bakery & Cafe, antara lain Butter France, yaitu semacam roti baguette yang namun memiliki cita rasa paduan gurihnya butter. Ada pula aneka donat seperti Chocolate and Cashew Donuts serta Sweet Original
Donuts serta aneka kue sejenis bolu dan cup cake. Sebut juga Pineapple Bun, sebuah roti manis bercita rasa lembut dengan isi selai nanas serta Milk Cup Bun, sejenis cup cake dengan rasa susu manis. Mengapa memilih itu? “Dari segi harga cukup terjangkau. Masing-masing kue tersebut harganya tidak lebih dari HK$ 20 untuk setiap itemnya. Selain
rasanya lezat tentu kami membutuhkan kue yang enak disertai dengan pelayanan yang ramah, juga suasana nyaman,” ungkap Yan Wong Ming salah satu pelanggan Panash Bakery & Café.

    Begitu juga ketika kue-kue tersebut dicicipi oleh Pastry&Bakery, rasanya memang cukup lezat. Khususnya Chocolate and Cashew Donuts, paduan lembutnya adonan donat berpadu lezatnya coklat dan gurihnya kacang mede. Sekilas tak berbeda dengan donat sejenis yang ada di Indonesia, hanya rasa gurih dari butter terasa begitu kuat. Tak heran, dengan 12 outlet yang tersebar di daerah Kowloon, Hong Kong Island, serta New Territories, Panash
Bakery & Café berharap bisa bersaing dengan bakery-bakery sejenis yang lebih dahulu populer. “Kami memang memiliki sekitar 70-an item produk pastry dan cake yang ready to order. Namun berdasarkan pengamatan kami, memang jenis-jenis itu yang cukup diminati. Kami ingin membuat sesuatu yang dekat dengan pelanggan sekaligus mencoba membuat berbeda dibandingkan dengan konsep yang sudah ada,” papar Jessica May Wong, Supervisor Promotion Panash Bakery & Cafe cabang Kowloon Bay.

Pilih Buka Di Mall


     Menurut Jessica untuk bersaing dengan toko kue sejenis yang lebih dahulu eksis di Hong Kong butuh strategi khusus. Untuk itu, bila membuat strategi yang sama, tentu pelanggan bakal memilih toko yang lebih dahulu buka. Masih menurut Jessica, meski toko-toko yang lebih dahulu buka seperti Saint Honore maupun Maxim, ternyata mereka masih belum total dalam menerapkan konsep self service. Artinya di beberapa cabang masih mengandalkan teknik penjualan konvensional, dimana beberapa staf akan melayani keinginan konsumen. Tapi Panash Bakery & Café, konsepnya betul-betul self service. Pelanggan diberi kebebasan untuk memilih sendiri sajian yang diinginkan. Konsep pemasaran yang jitu dengan tidak menambah persaingan dengan head to head kepada kompetitor agaknya dipilih oleh Panash Bakery & Café. Ini terlihat dari keputusan perusahaan ini dengan tidak membuka gerai di berbagai stasiun MTR yang tersebar di seantero Hong Kong. Alasannya, meski jumlah pengguna MRT di Hong Kong terbilang besar, sekitar 2 juta orang per hari, justru tidak membuat mereka tertarik. Konsep pemasaran di MRT dinilai hit and run. Dimana produk-produk bakery yang ditampilkan rata-rata terbatas hanya tak lebih dari 90 jenis saja. Memang, berdasarkan pengamatan Pastry and Bakery, kompetitor Panash Bakery & Café seperti Maxim dan Saint Honore yang membuka cabang di MRT koleksinya cenderung terbatas. Begitu juga luas outlet yang cukup mungil, hanya sekitar 3 x 3 meter. Sangat berbeda dengan Panash Bakery & Café yang lebih memilih membuka di mall yang lebih representatif seperti dengan luas yang mencapai 7 x 7 meter. Namun tetap dalam radius yang tidak terlalu jauh dari jangkauan MRT. Tentu saja masih bisa mendapatkan jumlah pengunjung yang cukup signifikan. “Hasilnya kami masih tetap eksis dengan 12 cabang yang semuanya di beberapa mall terkemuka di Hong Kong. Strategi oleh prinsipal kami ternyata cukup jitu. Sehingga kami bisa tetap eksis dengan strategi pemasaran kami,” imbuh May tentang strategi pemasaran perusahaannya. 

Pertahankan Produk Fresh

 

 

    Selain itu, untuk menarik lebih banyak pelanggan, mereka menerapkan konsep 1 hour replacement. Artinya setiap item yang ditampilkan tidak boleh berada di dalam toko selama lebih dari 1 jam. Bila ada yang lebih dari waktu tersebut, maka produk sudah wajib diganti dengan jenis yang baru atau produk sama namun lebih fresh. Bukan tanpa alasan perusahaan ini menerapkan strategi yang unik itu. Berdasarkan pengamatan Pastry and Bakery, strategi ini tidak ditemukan di tempat lain. “Kami ingin menjaga kesegaran setiap produk yang kami sajikan kepada klien. Karena berdasarkan pengamatan kami, pastry yang disajikan akan hilang kesegarannya. Kalau bread atau sejenis roti tawar mungkin masih bisa bertahan dalam 1 hari,” imbuhnya. Strategi pemasaran seperti inilah, mereka
berani menjamin bahwa setiap produk pastry yang disajikan kepada pelanggan benar-benar segar. Dengan strategi ini setiap pelanggan diharapkan bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda tidak hanya dari segi rasa, tapi mendapatkan sebuah nilai lebih dari sebuah produk. Pada awal 2013 Panash Bakery & Café telah menyiapkan sebuah program khusus, yaitu Lucky Sturday for ladies. Setiap kaum wanita yang berbelanja di atas 50 dollar di hari Sabtu akan mendapatkan diskon 5 persen. Hal ini selain bertujuan untuk meningkatkan penjualan di hari Sabtu, sekaligus lebih memperbanyak data base pelanggan dari kalangan perempuan dan menarik pendapatan di hari Sabtu. Dipilih hari Sabtu karena di hari tersebut kompetitor sejenis juga kerap menarik pelanggan dengan berbagai promosi. “Bila kompetitor memberikan hadiah atau promosi lainnya, kami memilih membuat diskon untuk pelanggan wanita. Karena menurut pengalaman kami, bahwa kaum wanita lebih banyak menentukan bila ingin membeli produk kue,” jelas Jessica. Selain itu, setting yang lebih luas plus sebuah café tentu menjadi kekuatan tersendiri bagi Panash Bakery and Café untuk memenangi persaingan di tengah ramainya persaingan bisnis bakery di Hong Kong.