fbpx

Timothy Pratana - Cari Tantangan Besar!

Alkisah, pada 1976, seorang laki-laki berusia 2O tahun meninggalkan sebuah kota di Jawa Timur, menuju Jakarta, untuk menjadi seorang seniman. Tiga tahun kemudian, lahir karya seni perdananya dalam bentuk kue pengantin: sebuah kue pengantin tiga susun dengan motif Gereja Katedral di Jakarta, setinggi kurang lebih 1,2 meter.
Laki-laki ini, Timothy Pratana, sekarang dikenal sebagai salah satu maestro kue pengantin dan kue ulang tahun di Indonesia.
     Ia juga populer sebagai wedding cake decorator untuk pesta pernikahan kalangan selebritis. Antara lain untuk pasangan peraih medali emas Olimpiade Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma, dan beberapa pebulutangkis nasional lainnya: Haryanto Arbi & Wiwi, Chandra Wijaya & Caroline, Halim & Yenny, Eng Hian & Lia. Juga untuk pasangan selebritis dari dunia entertainment, termasuk Paramitha Rusadi & Nenad Bago, Mona Ratuliu & IndraBrasco, Ramzi & Avi, serta Surya Saputra & Cintya Lamusu.
      Saat Pastry&Bakery berkunjung ke kantor dan studio produksinya di kawasan Tomang, Jakarta Barat,  Desember lalu, Timothy sedang sibuk-sibuknya melayani pesanan kue pengantin. Maklum, banyak pasangan memilih melangsungkan pernikahan mereka menjelang tutup tahun.
     Namun di sela kesibukannya, ia menerima Pastry&Bakery di ruang kerjanya. Sebuah ruangan berukuran 4 x 4 meter, di mana terdapat beberapa sampel kue pengantin yang tingginya sekitar satu meter.
Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk memotret karakternya, serta menggali banyak hal seputar bagaimana ia merintis dan membesarkan Timothy Cake—bakery yang khusus melayani pesanan kue pengantin dan kue ulang tahun.

Padukan dua bakat
     Usianya baru 6 tahun, ketika ia mulai suka membuat kue. Kala itu, Timothy kecil tinggal bersama neneknya yang punya toko kue dan melayani pesanan pembuatan kue (antara lain kue soes, lapis Surabaya, kue tart) di Nganjuk.
    Tak lama kemudian, sang nenek meninggal dunia. Hingga toko kuenya pun tutup selamanya. Namun hobi Timothy membuat kue masih berlanjut. Meski sebatas melayani pesanan dari kerabat, tetangga, dan teman-temannya.
     Pada kurun waktu yang sama, Timothy juga punya hobi melukis. Ia menggunakan pensil warna sebagai alat lukisnya, dan kertas sebagai medianya. “Saya suka melukis pemandangan alam, flora, fauna, bangunan... pokoknya subyek-subyek natural yang menarik perhatian saya,” kenang Timothy, dengan intonasi pelan namun sarat semangat.
Kedua hobinya (membuat kue dan melukis) terpadukan dalam profesinya sebagai cake decorator di kemudian hari.