Tradisi Keluarga Baker

Sejak berumur tujuh tahun, Tan See Fong sudah membantu orangtuanya yang memiliki
usaha confectionary dengan nama Mei Chong Sdn Bhd. “Semua anak termasuk saya
diharuskan membantu membungkus kue dan mengantarkannya ke alamat pemesan,
serta melakukan beberapa pekerjaan lain di toko sejak kami masih duduk di bangku
sekolah dasar,” Tan See Fong mengisahkan pengalaman masa kecilnya. Ini bagian dari
tradisi dalam keluarga keturunan Tionghoa di Malaysia, di mana anak-anak diharuskan
membantu usaha orangtua mereka.
Dengan latar belakang seperti itu, tak mengherankan bila dari keluarga ini muncul
beberapa nama yang dikenal sebagai baker maupun ahli confectionery. Sebut saja
beberapa di antaranya, Tan Tee Chang, Tan Tee Kim, dan Andy Tan Tee Loong—selain
Tan See Fong sendiri.
Kalau ada cukup banyak nama baker yang muncul dari keluarga ini, lantaran mereka
datang dari keluarga dengan banyak anak . Maklum, sang ayah memiliki empat
istri. Nama-nama yang disebut di paragraf sebelum ini tak lahir dari ibu yang sama.
Hebatnya, mereka memperlihatkan hubungan kekeluargaan yang amat kuat. Hingga
mereka acap berkolaborasi dalam berbagai kesempatan.
Termasuk dalam menerbitkan buku-buku seputar cake decorating (Lihat
Buku-buku), maupun dalam memecahkan rekor kue tertinggi dan terbesar (Lihat
Tertinggi, Terbesar).Dalam pertemuan dengan Pastry&Bakery beberapa waktu lalu, Tan See Fong
mengaku sedang mempromosikan adiknya, Andy Tan Tee Loong, 32, agar lebih populer di Indonesia. Saat tulisan ini dibuat, Andy Tan Tee Loong sedang melakukan safari kebeberapa kota di Indonesia, untuk mendemonstasikan cake decorating.