fbpx

Toko Oen

Jika Anda menyambangi kota Semarang maka Toko Oen yang legendaris tidak boleh terlewatkan. Bangunan unik bergaya vintage kolonial ini terletak di Jalan Pemuda No. 52, tepat di jalur sibuk kota Semarang. Restoran ini wajib  di kunjungi

karena selain rasa kulinernya yang lezat juga menawarkan suasana nostalgia tempo dulu.

Atmosfer tempo dulu akan terasa kental saat\ memasuki Toko Oen. Bangunannya bercat putih dengan pintu yang masih lekat dengan nuansa klasik. Langit-langit yang tinggi dan digantungi lampu-lampu elegan nan cantik sungguh  memikat mata. Pajangan foto-foto hitam putih yang  enggambarkan suasana tempo dulu berjajar
rapi di beberapa sudut ruangan. Kursi antik rotan beserta meja bundar juga menghiasi interior Toko Oen yang sudah ada sejak tahun 1936 ini.

     Mesin kasir tua, jam kayu kuno berukuran besar, dan sebuah piano kuno berwarna hitam mampu membawa pengunjung melayang ke masa jaman  pemerintahan Belanda. Suasana nyaman dan menenangkan memang sangat \ terasa, apalagi ditambah dengan alunan musik klasik yang mampu membangkitkan kenangan masa lalu. Dulu tempat ini merupakan tempat makan orang-orang Belanda, bahkan hingga kini pun restoran ini menjadi tujuan wajib wisatawan  Belanda yang berkunjung ke Semarang. “Sudah lebih dari 70 tahun Toko Oen menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati hidangan Belanda. Untuk menciptakan suasana tempo dulu, kami memang sengaja membuat interiornya lebih klasik sehingga atmosfer kolonial bisa dirasakan oleh para pengunjung,” jelas Yohana, Marketing Toko Oen.

     Dari Poffertjes Hingga Bitterballen Toko Oen menyajikan beragam menu mulai dari appetizer hingga dessert. Kalau ingin ngemil bisa memilih Poffertjes, Kroket, ataupun Bitterballen. Poffertjes dan Bitterballen adalah camilan yang banyak dicari pelanggan Toko Oen, karena porsinya yang tidak terlalu banyak namun cukup mengenyangkan. Poffertjes muncul dalam piring segi empat berwarna putih, bentuknya bulat berupa rangkaian adonan berbentuk bola-bola mungil. Tekstur dan rasanya empuk gurih. Disajikan dengan taburan gula bubuk, parutan keju dan cokelat meses. Pilihan lain adalah Bitterballen, bolabola  kentang bercampur daging cincang ini  merupakan camilan khas Belanda yang sering dinikmati sebagian sajian pembuka. Adonan kentangnya krenyes dan lapisan tepungnya renyah, meninggalkan jejak rasa gurih di mulut. Untuk main course yang jadi andalan adalah Bestik Sapi, daging khas dalam disajikan dengan potato wedges dan sayuran yang terdiri wortel.